Trump Kerahkan Kapal Perang AS Menuju Iran, Harga Minyak Mendidih
Jum'at, 23 Januari 2026 - 22:20 WIB
Ia menegaskan AS mengawasi Iran dengan sangat ketat di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. Pejaba AS mengonfirmasi bahwa kapal induk USS Abraham Lincoln bersama sejumlah kapal perusak berpeluru kendali dijadwalkan tiba di kawasan Timur Tengah dalam beberapa hari ke depan. Pengerahan tersebut langsung direspons pasar sebagai sinyal meningkatnya risiko gangguan pasokan minyak global.
Ketegangan tersebut muncul di tengah situasi domestik Iran yang masih bergejolak. Iran, produsen minyak terbesar keempat di OPEC dengan produksi harian di atas 3 juta barel, tengah menghadapi gelombang protes terparah dalam beberapa tahun terakhir. Organisasi hak asasi manusia melaporkan ribuan korban jiwa sejak demonstrasi pecah di Teheran pada akhir Desember lalu.
Meski premi geopolitik kembali menguat, sejumlah analis menilai fundamental pasar minyak global masih longgar. Data Badan Informasi Energi AS (EIA) menunjukkan persediaan minyak mentah AS meningkat 3,6 juta barel pada pekan yang berakhir 16 Januari, jauh di atas perkiraan analis yang memproyeksikan kenaikan 1,1 juta barel.
Secara mingguan, harga Brent dan WTI masih mencatat kenaikan sekitar 0,6% hingga 1,1%, meski pergerakannya sangat fluktuatif seiring perubahan retorika dan sinyal kebijakan dari Washington terkait Iran.
Baca Juga: Ini Besaran Gaji Tentara AS dan Perbandingannya dengan Rusia, China, Inggris
Ketegangan tersebut muncul di tengah situasi domestik Iran yang masih bergejolak. Iran, produsen minyak terbesar keempat di OPEC dengan produksi harian di atas 3 juta barel, tengah menghadapi gelombang protes terparah dalam beberapa tahun terakhir. Organisasi hak asasi manusia melaporkan ribuan korban jiwa sejak demonstrasi pecah di Teheran pada akhir Desember lalu.
Meski premi geopolitik kembali menguat, sejumlah analis menilai fundamental pasar minyak global masih longgar. Data Badan Informasi Energi AS (EIA) menunjukkan persediaan minyak mentah AS meningkat 3,6 juta barel pada pekan yang berakhir 16 Januari, jauh di atas perkiraan analis yang memproyeksikan kenaikan 1,1 juta barel.
Secara mingguan, harga Brent dan WTI masih mencatat kenaikan sekitar 0,6% hingga 1,1%, meski pergerakannya sangat fluktuatif seiring perubahan retorika dan sinyal kebijakan dari Washington terkait Iran.
Baca Juga: Ini Besaran Gaji Tentara AS dan Perbandingannya dengan Rusia, China, Inggris
Lihat Juga :