Usai Ketemu Ahok, Erick Thohir: Persepsi BUMN Bobrok Itu Salah

Kamis, 17 September 2020 - 13:00 WIB
"Kita terpikir tidak mungkin kami mengawasi mengkoordinasi 142 BUMN. Jelas, suka tidak suka, BUMN yang tidak kompetitif akan dikecilkan," ujar Erick dalam dokumen video, Kamis (17/9/2020).

Erick mengibaratkan, pengawasan BUMN tidak berbeda dengan mengawasi anak sendiri. "Ibarat punya 3 anak, tidak mungkin dibeda-bedakan, anak nomor 1, 2, dan 3, semuanya sama, namanya juga anak. Tapi, kalo anaknya 142 juga kebanyakan, tidak cukup. Makanya ada kluster 1, kluster 2 dan danareksa PPA," kata Erick. (Baca juga : Legislator PKS Sentil Menkes Terawan )

Oleh karenanya, kerjasama antara Kementerian dengan direksi BUMN harus terjalin dengan baik. Kementerian dan direksi BUMN harus menjadi satu tim agar cita-cita bersama bisa tercapai.

Transformasi BUMN, kata dia, tidak hanya dilakukan oleh direksi saja, namun juga dukungan dari tim yang kompak. "Ketika saya ditanya success story rahasianya apa? Ya, karena tim saya, karena Wamen saya, Sesmen saya, Deputi saya, bukan saya sendiri dan kita taruh orang terbaik di negeri ini supaya bisa kasih lihat. Persepsi BUMN bobrok itu salah," ujarnya.

(Baca Juga: Temuan Erick Thohir, Ada BUMN Nakal Suka Beri Hadiah ke Pejabat Negara )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!