Bayar Utang hingga Jaga Rupiah, Cadangan Devisa RI Turun jadi Rp2.608 Triliun
Senin, 09 Februari 2026 - 08:46 WIB
Bank Indonesia (BI) merilis posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) merilis posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 sebesar USD154,6 miliar atau setara Rp2.608 triliun lebih rendah dibandingkan posisi pada akhir Desember 2025 sebesar USD156,5 miliar.
Direktur Eksekutif, Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, mengurusi posisi cadangan devisa pada akhir Januari 2026 setara dengan pembiayaan 6,3 bulan impor atau 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Baca Juga: Lepas Ketergantungan Dolar AS, BRICS Siapkan Arah Baru di KTT 2026
Ramdan menekankan ada sejumlah instrumen keuangan yang mempengaruhi jumlah cadangan devisa di bulan pertama 2026. Pertama, karena dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Direktur Eksekutif, Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, mengurusi posisi cadangan devisa pada akhir Januari 2026 setara dengan pembiayaan 6,3 bulan impor atau 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Baca Juga: Lepas Ketergantungan Dolar AS, BRICS Siapkan Arah Baru di KTT 2026
Ramdan menekankan ada sejumlah instrumen keuangan yang mempengaruhi jumlah cadangan devisa di bulan pertama 2026. Pertama, karena dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Lihat Juga :