APF Canada Hadirkan Pemimpin APEC untuk Perkuat Keuangan Digital UMKM Perempuan

Rabu, 11 Februari 2026 - 23:32 WIB
Ketua ABAC Indonesia, Anindya Novyan Bakrie mengapresiasi, konsistensi mitra dari Kanada yang selama bertahun-tahun berfokus pada pengembangan UMKM serta pemberdayaan perempuan. Menurutnya, fokus tersebut sangat relevan dengan kondisi Indonesia yang memiliki sekitar 60 juta pelaku UMKM, dengan lebih dari setengahnya merupakan perempuan.

“Perlu saya sampaikan bahwa jika berbicara UMKM di Indonesia jumlahnya sekitar 60 juta, dan lebih dari setengahnya adalah perempuan,” katanya.

Anindya juga menekankan pentingnya peningkatan akses pasar, dukungan likuiditas, serta model bisnis yang lebih adaptif agar pelaku usaha perempuan dapat berkembang lebih cepat.

“Untuk membantu perempuan, dibutuhkan akses pasar yang lebih baik, dukungan likuiditas yang lebih besar, dan kita harus mendesain model bisnis yang benar-benar memudahkan mereka untuk mengadopsinya,” kata Anindya.

Mendukung Agenda Pertumbuhan Inklusif APEC

Lokakarya ini secara langsung mendukung komitmen APEC terhadap kesetaraan gender dan pertumbuhan inklusif di bawah La Serena Roadmap for Women and Inclusive Growth (2019), khususnya dalam memperluas akses perempuan wirausaha terhadap pembiayaan dan pasar, memperkuat kepemimpinan UMKM, serta mendorong perumusan kebijakan berbasis data dan bukti.

“Dengan mendasarkan dialog kebijakan pada realitas dunia usaha, kita dapat menghasilkan solusi UMKM yang lebih efektif dan responsif gender,” tambah Wakil Presiden APF Canada, Vina Nadjibulla.

Melalui kolaborasi berkelanjutan dengan ABAC Kanada, ABAC Indonesia, dan mitra regional, APF Canada menargetkan hasil lokakarya ini dapat diterjemahkan menjadi rekomendasi kebijakan yang konkret untuk memperluas akses pembiayaan digital dan rantai pasok bagi UMKM yang dipimpin perempuan di Indonesia dan kawasan APEC.

Di sela-sela lokakarya, APF Canada dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia juga menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) baru yang mencerminkan semakin eratnya kerjasama Kanada–Indonesia pada persimpangan kebijakan, riset, dan keterlibatan dunia usaha.

MoU yang ditandatangani di Jakarta oleh Jeff Nankivell, Presiden dan CEO APF Canada, serta Anindya Novyan Bakrie, Ketua Umum Kadin Indonesia, membentuk kerangka kerja kolaborasi yang lebih erat dalam analisis kebijakan luar negeri, strategi perdagangan dan komersial, serta riset terapan di bidang kepentingan bersama.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!