Jababeka Operasikan Pabrik Mini LNG Pertama di Jawa
Jum'at, 13 Februari 2026 - 13:24 WIB
Proyek strategis ini dikembangkan melalui perusahaan patungan (joint venture) dengan total nilai investasi mencapai USD16,9 juta. Dalam struktur kepemilikannya, PT Jababeka Infrastruktur menguasai 60% saham, sementara PT Fortius Development Asia dan pemegang saham perorangan masing-masing memiliki 20% saham.
Wakil Direktur Utama Jababeka, Budianto Liman, mengatakan pengoperasian pabrik di lahan seluas satu hektar ini akan memperkuat bisnis infrastruktur perseroan melalui pendapatan berulang (recurring income). Pihaknya optimistis fasilitas ini mampu menyediakan energi yang kompetitif dan rendah emisi bagi pelaku manufaktur di Pulau Jawa dan sekitarnya.
Pabrik tersebut saat ini memiliki kapasitas produksi sebesar 2,5 MMSCFD per hari dan didukung oleh armada distribusi iso tank berukuran 20 hingga 40 kaki. CEO PT LNG, Wira Rahardja, mengungkapkan bahwa pada tahap awal operasional, pasokan gas alam cair telah berhasil disalurkan secara andal ke wilayah Jawa Timur hingga Bali.
Sejumlah konsumen, termasuk PGN Gagas, dilaporkan telah menjalin kerja sama dan merasakan manfaat efisiensi biaya setelah beralih ke LNG. Penggunaan teknologi modular dari perusahaan Argentina, Galileo Technologies, menjadikan proyek ini sebagai tolok ukur pengembangan infrastruktur energi modern di wilayah kepulauan.
Baca Juga: Jababeka Bizpark Tahap II Siap Dibangun, Lanjutkan Kesuksesan Proyek Pertama
Wakil Direktur Utama Jababeka, Budianto Liman, mengatakan pengoperasian pabrik di lahan seluas satu hektar ini akan memperkuat bisnis infrastruktur perseroan melalui pendapatan berulang (recurring income). Pihaknya optimistis fasilitas ini mampu menyediakan energi yang kompetitif dan rendah emisi bagi pelaku manufaktur di Pulau Jawa dan sekitarnya.
Pabrik tersebut saat ini memiliki kapasitas produksi sebesar 2,5 MMSCFD per hari dan didukung oleh armada distribusi iso tank berukuran 20 hingga 40 kaki. CEO PT LNG, Wira Rahardja, mengungkapkan bahwa pada tahap awal operasional, pasokan gas alam cair telah berhasil disalurkan secara andal ke wilayah Jawa Timur hingga Bali.
Sejumlah konsumen, termasuk PGN Gagas, dilaporkan telah menjalin kerja sama dan merasakan manfaat efisiensi biaya setelah beralih ke LNG. Penggunaan teknologi modular dari perusahaan Argentina, Galileo Technologies, menjadikan proyek ini sebagai tolok ukur pengembangan infrastruktur energi modern di wilayah kepulauan.
Baca Juga: Jababeka Bizpark Tahap II Siap Dibangun, Lanjutkan Kesuksesan Proyek Pertama
Lihat Juga :