Perkuat ESG, Elnusa Petrofin Dukung Implementasi Green Terminal Tanjung Sekong
Minggu, 15 Februari 2026 - 18:05 WIB
Terminal LPG Tanjung Sekong dipilih sebagai proyek percontohan karena perannya yang strategis dengan kontribusi sekitar 35–40% terhadap kebutuhan LPG nasional. Terminal ini memiliki kapasitas penyimpanan 98.000 metrik ton dan dermaga berkapasitas hingga 65.000 DWT, sehingga transformasinya menjadi Green Terminal dinilai penting bagi fondasi keberlanjutan sektor energi.
Elnusa Petrofin berperan sebagai mitra logistik dalam rantai nilai energi hijau Pertamina, termasuk mendukung distribusi green hydrogen yang diproduksi PT Pertamina Geothermal Energy dari panas bumi Ulubelu. Energi tersebut dimanfaatkan untuk operasional pembangkit listrik rendah karbon di Tanjung Sekong dan ditargetkan mampu memenuhi hingga 25 persen kebutuhan listrik terminal serta menekan emisi tidak langsung.
Baca Juga: Masuki 2026, Elnusa Tancap Gas Percepat Jasa Eksplorasi Migas di Indonesia Timur
Partisipasi Elnusa Petrofin merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperluas portofolio bisnis rendah karbon dan memperkuat posisi sebagai penyedia jasa energi terintegrasi. Langkah ini juga membuka peluang pengembangan bisnis baru berbasis energi bersih sejalan dengan roadmap Net Zero Emission 2060.
Direktur Utama PT Elnusa Petrofin Doni Indrawan menegaskan dukungan terhadap Green Terminal menjadi bagian dari transformasi perusahaan menuju layanan logistik energi yang lebih berkelanjutan. "Melalui sinergi lintas entitas Pertamina Group, implementasi Green Terminal Tanjung Sekong diharapkan menjadi model infrastruktur energi rendah karbon yang mendukung ketahanan energi nasional sekaligus menciptakan nilai tambah dalam era transisi energi," jelasnya.
Elnusa Petrofin berperan sebagai mitra logistik dalam rantai nilai energi hijau Pertamina, termasuk mendukung distribusi green hydrogen yang diproduksi PT Pertamina Geothermal Energy dari panas bumi Ulubelu. Energi tersebut dimanfaatkan untuk operasional pembangkit listrik rendah karbon di Tanjung Sekong dan ditargetkan mampu memenuhi hingga 25 persen kebutuhan listrik terminal serta menekan emisi tidak langsung.
Baca Juga: Masuki 2026, Elnusa Tancap Gas Percepat Jasa Eksplorasi Migas di Indonesia Timur
Partisipasi Elnusa Petrofin merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperluas portofolio bisnis rendah karbon dan memperkuat posisi sebagai penyedia jasa energi terintegrasi. Langkah ini juga membuka peluang pengembangan bisnis baru berbasis energi bersih sejalan dengan roadmap Net Zero Emission 2060.
Direktur Utama PT Elnusa Petrofin Doni Indrawan menegaskan dukungan terhadap Green Terminal menjadi bagian dari transformasi perusahaan menuju layanan logistik energi yang lebih berkelanjutan. "Melalui sinergi lintas entitas Pertamina Group, implementasi Green Terminal Tanjung Sekong diharapkan menjadi model infrastruktur energi rendah karbon yang mendukung ketahanan energi nasional sekaligus menciptakan nilai tambah dalam era transisi energi," jelasnya.
(nng)
Lihat Juga :