Kolaborasi Perbankan dan Pinjol Didorong Tutup Kesenjangan Akses Kredit

Minggu, 15 Februari 2026 - 19:24 WIB
Deputi Komisioner Pengawas PMVL OJK Jasmi menyatakan otoritas menyambut baik inisiatif yang memperkuat kolaborasi inklusif dan bertanggung jawab antara perbankan dan industri pindar, dengan tetap mengedepankan tata kelola, manajemen risiko, serta perlindungan konsumen. Sementara itu, Kementerian PPN/Bappenas menilai optimalisasi berbagai kanal pembiayaan, termasuk melalui sinergi lembaga keuangan konvensional dan inovatif, penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.

CEO Mandala Consulting Manggala Putra Santosa menyebut rasio kredit yang rendah menjadi salah satu faktor yang menahan pertumbuhan ekonomi. Data Bank Dunia menunjukkan rasio kredit terhadap PDB Indonesia berada di kisaran 36,4 persen pada 2024–2025, masih di bawah rata-rata negara berpendapatan menengah, sementara sekitar 48 persen penduduk dewasa tergolong underbanked.

Baca Juga: Naik 13,4%, Bank Mandiri Gelontorkan Kredit Rp1.895 Triliun di 2025

White paper juga mencatat pertumbuhan kanal pindar yang cepat dengan rata-rata 34 persen per tahun pada 2019–2024. Pindar dinilai mampu menjangkau segmen yang belum terlayani serta menghadirkan inovasi melalui pemanfaatan data alternatif dan proses digital, sehingga dapat menjadi pintu masuk bagi masyarakat membangun rekam jejak kredit sebelum mengakses layanan perbankan.

AFTECH menilai kolaborasi bank dan pindar berpotensi membuka ruang pembiayaan baru sekaligus memperkuat inklusi keuangan nasional. Dengan penguatan tata kelola dan kepatuhan yang sejalan standar perbankan, sinergi ini diharapkan dapat menutup kesenjangan akses kredit dan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan berkelanjutan.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!