Tekanan Global Bayangi Reformasi Pasar Modal, Investor Ritel Perlu Dilindungi
Rabu, 18 Februari 2026 - 21:46 WIB
Guna memperkuat ketahanan pasar, Kusfiardi menawarkan tiga rekomendasi kebijakan utama kepada otoritas terkait. Pertama adalah penerapan instrumen makroprudensial terhadap hot money, termasuk pajak progresif atas modal spekulatif jangka pendek untuk meredam volatilitas.
Kedua, perlunya audit independen atas tata kelola OJK dan BEI oleh lembaga internasional yang bebas konflik kepentingan guna menjamin akuntabilitas. Ketiga, penguatan dana stabilisasi pasar yang dikelola secara transparan guna melindungi investor domestik saat pasar mengalami tekanan ekstrem akibat faktor eksternal.
Menurut dia jika kemudian hanya menjadi respons simbolik terhadap tekanan luar, pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dikhawatirkan akan bersifat semu dan rapuh secara kedaulatan.
"Indonesia tidak boleh menjadi koloni finansial. Reformasi pasar modal harus memastikan kedaulatan struktural, bukan sekadar memenuhi standar global yang belum tentu netral," kata dia.
Kedua, perlunya audit independen atas tata kelola OJK dan BEI oleh lembaga internasional yang bebas konflik kepentingan guna menjamin akuntabilitas. Ketiga, penguatan dana stabilisasi pasar yang dikelola secara transparan guna melindungi investor domestik saat pasar mengalami tekanan ekstrem akibat faktor eksternal.
Menurut dia jika kemudian hanya menjadi respons simbolik terhadap tekanan luar, pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dikhawatirkan akan bersifat semu dan rapuh secara kedaulatan.
"Indonesia tidak boleh menjadi koloni finansial. Reformasi pasar modal harus memastikan kedaulatan struktural, bukan sekadar memenuhi standar global yang belum tentu netral," kata dia.
(nng)
Lihat Juga :