Menko AHY Apresiasi Kinerja Kementrans dalam Transformasi Transmigrasi 2026
Senin, 23 Februari 2026 - 13:20 WIB
Melalui program Transmigrasi Tuntas, Kementerian Transmigrasi telah memberikan kepastian hukum lahan dengan menerbitkan sertifikat hak milik bagi transmigran di 154 kawasan transmigrasi melalui kerja sama dengan Kementerian ATR/BPN dan pihak terkait.
"Dengan moto ‘Tuntas Lahan Tuntas Harapan’, kami menyelesaikan sedikit demi sedikit permasalahan lahan yang terbengkalai selama puluhan tahun. Sertifikat tanah bukan sekadar dokumen, tapi kepastian hukum, di 2025, lebih dari 13.000 transmigran akhirnya memperoleh SHM," ucap Mentrans.
Sementara itu, program Transmigrasi Patriot telah menerjunkan 2.000 peneliti dari 24 perguruan tinggi ke kawasan transmigrasi untuk memetakan potensi ekonomi daerah, dengan menghasilkan sekitar 400 output penelitian.
"Misinya untuk memetakan dan membuka potensi ekonomi di kawasan-kawasan transmigrasi, ini merupakan kolaborasi 24 perguruan tinggi tanah air. 44 guru besar, 356 lulusan magister dan doktoral, 846 lulusan sarjana, dan 754 mahasiswa, memiliki 400 output penelitian," ujar Menteri Iftitah.
Program Transmigrasi Lokal memberikan kesempatan kepada masyarakat setempat untuk memperoleh hak sebagai transmigran tanpa harus berpindah wilayah, sebagai upaya mewujudkan keadilan dan kesejahteraan sosial.
"Masyarakat lokal yang sudah tinggal di kawasan transmigrasi dapat diberikan hak sebagai transmigran tanpa harus berpindah tempat. Yang berpindah adalah kesejahteraannya dalam arti luas, tidak hanya ekonomi, tetapi juga rasa adil dan keamanannya," kata Menteri Iftitah.
Adapun program Transmigrasi Gotong Royong dilaksanakan melalui kolaborasi lintas kementerian dan lembaga dalam penggunaan APBN untuk membangun infrastruktur dan sarana pendukung di kawasan transmigrasi, sementara Transmigrasi Karya Nusa berhasil membuka lapangan kerja, salah satunya melalui pilot project kawasan transmigrasi Melolo, Nusa Tenggara Timur, yang menyerap tenaga kerja di sektor industri gula. Dalam arahannya, Menko AHY menegaskan peran strategis Kementerian Transmigrasi dalam pembangunan kewilayahan dan pemerataan kesejahteraan.
"Dengan moto ‘Tuntas Lahan Tuntas Harapan’, kami menyelesaikan sedikit demi sedikit permasalahan lahan yang terbengkalai selama puluhan tahun. Sertifikat tanah bukan sekadar dokumen, tapi kepastian hukum, di 2025, lebih dari 13.000 transmigran akhirnya memperoleh SHM," ucap Mentrans.
Sementara itu, program Transmigrasi Patriot telah menerjunkan 2.000 peneliti dari 24 perguruan tinggi ke kawasan transmigrasi untuk memetakan potensi ekonomi daerah, dengan menghasilkan sekitar 400 output penelitian.
"Misinya untuk memetakan dan membuka potensi ekonomi di kawasan-kawasan transmigrasi, ini merupakan kolaborasi 24 perguruan tinggi tanah air. 44 guru besar, 356 lulusan magister dan doktoral, 846 lulusan sarjana, dan 754 mahasiswa, memiliki 400 output penelitian," ujar Menteri Iftitah.
Program Transmigrasi Lokal memberikan kesempatan kepada masyarakat setempat untuk memperoleh hak sebagai transmigran tanpa harus berpindah wilayah, sebagai upaya mewujudkan keadilan dan kesejahteraan sosial.
"Masyarakat lokal yang sudah tinggal di kawasan transmigrasi dapat diberikan hak sebagai transmigran tanpa harus berpindah tempat. Yang berpindah adalah kesejahteraannya dalam arti luas, tidak hanya ekonomi, tetapi juga rasa adil dan keamanannya," kata Menteri Iftitah.
Adapun program Transmigrasi Gotong Royong dilaksanakan melalui kolaborasi lintas kementerian dan lembaga dalam penggunaan APBN untuk membangun infrastruktur dan sarana pendukung di kawasan transmigrasi, sementara Transmigrasi Karya Nusa berhasil membuka lapangan kerja, salah satunya melalui pilot project kawasan transmigrasi Melolo, Nusa Tenggara Timur, yang menyerap tenaga kerja di sektor industri gula. Dalam arahannya, Menko AHY menegaskan peran strategis Kementerian Transmigrasi dalam pembangunan kewilayahan dan pemerataan kesejahteraan.
Lihat Juga :