Daya Tahan Bisnis Astra di 2025, Kantongi Pendapatan hingga Rp323,4 Triliun

Jum'at, 27 Februari 2026 - 23:05 WIB

Lini Usaha Jadi Penyeimbang

Secara divisi, sektor Otomotif & Mobilitas masih menjadi kontributor terbesar dengan laba bersih Rp11,4 triliun, relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya. Pasar mobil nasional turun 7% menjadi 804.000 unit, namun pangsa pasar Astra tetap kuat di level 51%.

Penjualan sepeda motor nasional justru naik 1% menjadi 6,4 juta unit, dengan pangsa pasar PT Astra Honda Motor stabil di 78%. Bisnis komponen melalui Astra Otoparts juga mencatat kenaikan laba 18% menjadi Rp1,8 triliun.

Divisi Jasa Keuangan mencatat pertumbuhan paling konsisten. Laba bersih naik 9% menjadi Rp9,0 triliun, didorong peningkatan portofolio pembiayaan. Nilai pembiayaan baru tumbuh 5% menjadi Rp112,3 triliun.

Sebaliknya, divisi Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi & Energi turun 24% menjadi Rp9,1 triliun. Penurunan terutama dipicu harga batu bara yang lebih rendah serta berkurangnya aktivitas jasa penambangan. Namun, bisnis emas menjadi penopang berkat kenaikan harga jual rata-rata hingga 40%.

Divisi Agribisnis mencatat lonjakan laba 28% menjadi Rp1,2 triliun seiring kenaikan harga CPO 11 persen. Infrastruktur naik 24% menjadi Rp1,3 triliun berkat kenaikan tarif dan volume lalu lintas tol. Teknologi Informasi tumbuh 33% dan Properti melonjak 224%, terutama dari kontribusi aset gudang industri dan akuisisi baru.

Fundamental Menguat, Dividen Tetap Tebal

Dari sisi neraca, ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 7% menjadi Rp228,9 triliun. Nilai aset bersih per saham meningkat 8% menjadi Rp5.692.

Kas bersih di luar anak usaha jasa keuangan tercatat Rp7,2 triliun. Sementara utang bersih anak usaha jasa keuangan naik menjadi Rp64,9 triliun, sejalan dengan ekspansi pembiayaan.

Astra mengusulkan dividen final Rp292 per saham pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan April 2026. Jika ditambah dividen interim Rp98 per saham yang telah dibagikan pada Oktober 2025, total dividen mencapai Rp390 per saham dengan rasio pembayaran 48%.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!