Utang Amerika Bengkak jadi Rp635.572 Triliun, IMF: Ekonomi Global dalam Bahaya
Senin, 02 Maret 2026 - 06:45 WIB
Berbicara setelah ulasan tahunan terhadap kebijakan ekonomi Amerika, Kepala IMF, Kristalina Georgieva mengatakan, bahwa "defisit akun berjalan terlalu besar, untuk membuatnya sangat sederhana bagi semua." Dia menekankan bahwa masalah ini diakui oleh pemerintahan AS.
Tinjauan terbaru IMF memproyeksikan utang publik AS akan mencapai 140% dari PDB pada tahun 2031 berdasarkan kebijakan saat ini. Sementara itu meningkatnya utang jangka pendek dan kenaikan rasio utang terhadap PDB menimbulkan risiko yang semakin besar bagi stabilitas AS maupun global.
IMF menerangkan Washington memerlukan rencana konsolidasi fiskal yang jelas untuk menempatkan utang pada jalur penurunan yang berkelanjutan. IMF juga mendorong AS untuk bekerja secara konstruktif dengan mitranya “untuk mengatasi kekhawatiran terkait praktik perdagangan yang tidak adil dan menyepakati koordinasi dalam pembatasan perdagangan serta distorsi kebijakan industri yang memiliki dampak lintas batas yang negatif.”
Baca Juga: IMF Sangkal Kiamat Dolar AS Sudah Dekat, Yakin Masih Jadi Penguasa Dunia
“Ketika langkah-langkah perdagangan dan investasi (termasuk tarif dan kontrol ekspor) diberlakukan dengan alasan keamanan nasional, kebijakan semacam itu sebaiknya diterapkan secara terbatas,” kata IMF.
Tinjauan terbaru IMF memproyeksikan utang publik AS akan mencapai 140% dari PDB pada tahun 2031 berdasarkan kebijakan saat ini. Sementara itu meningkatnya utang jangka pendek dan kenaikan rasio utang terhadap PDB menimbulkan risiko yang semakin besar bagi stabilitas AS maupun global.
IMF menerangkan Washington memerlukan rencana konsolidasi fiskal yang jelas untuk menempatkan utang pada jalur penurunan yang berkelanjutan. IMF juga mendorong AS untuk bekerja secara konstruktif dengan mitranya “untuk mengatasi kekhawatiran terkait praktik perdagangan yang tidak adil dan menyepakati koordinasi dalam pembatasan perdagangan serta distorsi kebijakan industri yang memiliki dampak lintas batas yang negatif.”
Baca Juga: IMF Sangkal Kiamat Dolar AS Sudah Dekat, Yakin Masih Jadi Penguasa Dunia
“Ketika langkah-langkah perdagangan dan investasi (termasuk tarif dan kontrol ekspor) diberlakukan dengan alasan keamanan nasional, kebijakan semacam itu sebaiknya diterapkan secara terbatas,” kata IMF.
Lihat Juga :