Serangan AS-Israel ke Iran Picu Pelemahan 675 Emiten, Dirut BEI Imbau Investor Rasional

Senin, 02 Maret 2026 - 11:43 WIB


"Menghadapi ketidakpastian yang meningkat akibat eskalasi geopolitik yang terjadi di tingkat global, kami menghimbau investor tetap rasional dan selalu memperhatikan fundamental. Sesuaikan strategi investasi dengan toleransi risiko masing masing investor," ujar Hendrik dalam pernyataan tertulis, Senin (2/3/2026).

Berdasarkan data BEI, tercatat 22,71 miliar lembar saham ditransaksikan dengan nilai Rp12,21 triliun dan ditransaksikan 1,56 juta kali. Sejak pembukaan indeks tematik juga mengalami tekanan, misalnya pada indeks utama seperti LQ45 terkoreksi 1,36%, IDX30 terkoreksi 1,44%, hingga IDXSMC-COM melemah 2,11%, menandakan tekanan tidak hanya pada saham lapis kecil tetapi juga saham unggulan.

Sentimen negatif pasar domestik tak lepas dari meningkatnya ketegangan geopolitik setelah laporan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel. Baca Juga: Harga Emas Terus Meroket, Hari Ini Naik Rp50 Ribu Jadi Rp3.135.000 per Gram

Televisi pemerintah Iran telah mengkonfirmasi kematian tersebut dalam serangan yang disebut sebagai serangan “Amerika-Israel”, sambil menyatakan rincian lanjutan akan diumumkan kemudian. Selain itu laporan terbaru juga menyebut Iran memulai masa berkabung nasional selama 40 hari setelah kematian pemimpinnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!