Jaga Warisan Dunia, SIG Lindungi Situs Prasejarah Bulu Sipong 4
Rabu, 04 Maret 2026 - 21:53 WIB
Dalam operasional harian, PT Semen Tonasa menggandeng Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX untuk melakukan pemantauan rutin terhadap getaran dan kualitas udara ambien di sekitar gua. Upaya teknis seperti pengerasan jalan sepanjang 1.800 meter dan penyiraman rutin dilakukan secara konsisten guna menekan paparan debu. Selain itu, pemasangan pagar pembatas sepanjang 1.900 meter juga dilakukan untuk memitigasi risiko kerusakan fisik pada situs.
Selain melindungi peninggalan purbakala, kawasan ini bertransformasi menjadi benteng terakhir bagi flora dan fauna endemik. Hingga tahun 2025, tercatat sebanyak 2.898 pohon dari 25 jenis flora tumbuh subur, termasuk kayu eboni, kayu kuku, dan bitti. Kawasan ini juga menjadi rumah bagi 41 jenis satwa liar, di antaranya adalah monyet dare dan tarsius yang merupakan spesies dilindungi.
Baca Juga: SIG Kirim 36.000 Bata Interlock Presisi untuk Pembangunan Hunian di Padang
Kualitas lingkungan di area tersebut menunjukkan tren positif yang signifikan, di mana Indeks Kehati Flora naik menjadi 1,54 dan Indeks Kehati Fauna menyentuh angka 2,85 pada 2025. Peningkatan ini membuktikan bahwa kehadiran industri semen dapat berjalan beriringan dengan upaya pemulihan alam dan perlindungan aset bersejarah bangsa.
"Kenaikan nilai Indeks Kehati Taman Kehati dan Geopark Bulu Sipong menunjukkan lingkungan kawasan Bulu Sipong yang semakin asri dan menjadi benteng pelindung bagi kelestarian keanekaragaman hayati dan warisan arkeologi di dalamnya. Atas inisiatif strategis ini, SIG dan PT Semen Tonasa mendapat apresiasi dan kehormatan sebagai narasumber pada forum internasional SPAFA International Conference on Southeast Asian Archaeology and Fine Arts (SPAFACON) 2024 dan Indonesia Geopark Leader Forum 2025 untuk memaparkan program perlindungan situs Bulu Sipong serta program perlindungan Kehati," pungkas Vita.
Selain melindungi peninggalan purbakala, kawasan ini bertransformasi menjadi benteng terakhir bagi flora dan fauna endemik. Hingga tahun 2025, tercatat sebanyak 2.898 pohon dari 25 jenis flora tumbuh subur, termasuk kayu eboni, kayu kuku, dan bitti. Kawasan ini juga menjadi rumah bagi 41 jenis satwa liar, di antaranya adalah monyet dare dan tarsius yang merupakan spesies dilindungi.
Baca Juga: SIG Kirim 36.000 Bata Interlock Presisi untuk Pembangunan Hunian di Padang
Kualitas lingkungan di area tersebut menunjukkan tren positif yang signifikan, di mana Indeks Kehati Flora naik menjadi 1,54 dan Indeks Kehati Fauna menyentuh angka 2,85 pada 2025. Peningkatan ini membuktikan bahwa kehadiran industri semen dapat berjalan beriringan dengan upaya pemulihan alam dan perlindungan aset bersejarah bangsa.
"Kenaikan nilai Indeks Kehati Taman Kehati dan Geopark Bulu Sipong menunjukkan lingkungan kawasan Bulu Sipong yang semakin asri dan menjadi benteng pelindung bagi kelestarian keanekaragaman hayati dan warisan arkeologi di dalamnya. Atas inisiatif strategis ini, SIG dan PT Semen Tonasa mendapat apresiasi dan kehormatan sebagai narasumber pada forum internasional SPAFA International Conference on Southeast Asian Archaeology and Fine Arts (SPAFACON) 2024 dan Indonesia Geopark Leader Forum 2025 untuk memaparkan program perlindungan situs Bulu Sipong serta program perlindungan Kehati," pungkas Vita.
(nng)
Lihat Juga :