Harga Gas Melonjak di Tengah Gejolak Timur Tengah, Eropa Sudah Naik 50%
Kamis, 05 Maret 2026 - 08:52 WIB
Dengan alternatif jalur pipa yang terbatas dan rute pengiriman melalui kawasan itu terhenti, para pedagang kini memasukkan risiko bahwa jalur pasokan bisa tetap terganggu dalam jangka waktu yang panjang.
Para analis memperingatkan bahwa gejolak ini bisa menjadi guncangan paling serius bagi pasar gas sejak krisis energi 2022. Uni Eropa dipandang sebagai pihak yang sangat rentan terhadap gejolak ini.
Baca Juga: Negara Uni Eropa Ini Kehabisan Kayu Bakar di Tengah Musim Dingin Brutal
Blok Eropa telah menghadapi lonjakan biaya energi berulang sejak mengurangi impor minyak dan gas dari Rusia menyusul eskalasi konflik Ukraina. Beralih dari gas pipa Rusia yang relatif murah memaksa blok ini lebih bergantung pada pengiriman LNG, terutama dari AS.
Saat ini ketika musim panas mulai berakhir, namun dengan kondisi penyimpanan yang kurang penuh dari biasanya. Wilayah Eropa membutuhkan impor LNG yang substansial selama musim panas untuk membangun kembali persediaan menjelang musim dingin berikutnya.
Para analis memperingatkan bahwa gejolak ini bisa menjadi guncangan paling serius bagi pasar gas sejak krisis energi 2022. Uni Eropa dipandang sebagai pihak yang sangat rentan terhadap gejolak ini.
Baca Juga: Negara Uni Eropa Ini Kehabisan Kayu Bakar di Tengah Musim Dingin Brutal
Blok Eropa telah menghadapi lonjakan biaya energi berulang sejak mengurangi impor minyak dan gas dari Rusia menyusul eskalasi konflik Ukraina. Beralih dari gas pipa Rusia yang relatif murah memaksa blok ini lebih bergantung pada pengiriman LNG, terutama dari AS.
Saat ini ketika musim panas mulai berakhir, namun dengan kondisi penyimpanan yang kurang penuh dari biasanya. Wilayah Eropa membutuhkan impor LNG yang substansial selama musim panas untuk membangun kembali persediaan menjelang musim dingin berikutnya.
Lihat Juga :