Pengamat Dukung Danantara Lakukan Governance Reset Terhadap BUMN

Kamis, 05 Maret 2026 - 22:33 WIB
Guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis(FEB) Universitas Andalas, Prof Syafruddin Karimi. Foto: Istimewa
JAKARTA - Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara atau Danantara akan menjalankan Governance Reset guna penguatan fundamental Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Menurut Guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis(FEB) Universitas Andalas, Prof Syafruddin Karimi, langkah ini cukup baik guna memperbaiki struktur pengelolaan BUMN. Harapannya, kata dia, agar lebih efisien dan lebih produktif untuk jangka panjang.



"Governance reset BUMN harus dibaca sebagai dua hal. Pertama, koreksi atas persoalan lama, dan kedua reposisi strategis untuk masa depan. Pemerintah ingin mengubahBUMN dari sekadar pelaksana kebijakan menjadi pencipta nilai ekonomi yang mampu mendorong industrialisasi, hilirisasi, dan investasi jangka panjang," kata Syafruddin lewat saluran telpon dari Jakarta, Kamis (3/5/2026).

Baca Juga : Danantara Blak-blakan Soal Opsi Penggabungan Maskapai Garuda, Citilink, dan Pelita Air

Syafruddin menyebut selama beberapa dekade, banyak BUMN menghadapi masalah klasik. Seperti intervensi kebijakan, disiplin investasi yang lemah, serta hubungan yang kurang jelas antara fungsi negara sebagai pemilik dan pembuat kebijakan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!