Pengamat Dukung Danantara Lakukan Governance Reset Terhadap BUMN
Kamis, 05 Maret 2026 - 22:33 WIB
Menurut dia, kondisi ini bisa berdampak menurunkan efisiensi perusahaan dan menimbulkan risiko fiskal tersembunyi. Di sinilah, kata dia, governance reset hadir untuk memperbaiki struktur tersebut melalui penguatan tata kelola, profesionalisme manajemen, dan pemisahan yang lebih jelas antara mandat bisnis dan mandat kebijakan.
Lebih lanjut Syafruddin mengatakan langkah ini dapat juga dilihat untuk menandai reposisi strategis. Di mana, kata dia, pemerintah ingin mengubah BUMN dari sekadar pelaksana kebijakan menjadi pencipta nilai ekonomi yang mampu mendorong industrialisasi, hilirisasi, dan investasi jangka panjang.
"Dalam konteks global yang semakin kompetitif, reposisi ini penting agar BUMN dapat menjadi instrumen pembangunan yang lebih produktif sekaligus meningkatkan kepercayaan investor," ujar Syafruddin.
Baca Juga : 50% Dana Investasi Danantara Bakal Digeser ke Bursa Saham dan Obligasi
Meski begitu, Syafruddin melihat tantangan untuk melakukan konsolidasi tata kelola BUMN di bawah satu entitas sangat besar. Ia menilai BUMN yang beroperasi di Indonesia memiliki sektor yang beragam. Ada perusahaan energi, perbankan, infrastruktur, telekomunikasi, hingga transportasi. Setiap sektor, kata dia, memiliki struktur pasar, model bisnis, dan profil risikoyang berbeda.
Lebih lanjut Syafruddin mengatakan langkah ini dapat juga dilihat untuk menandai reposisi strategis. Di mana, kata dia, pemerintah ingin mengubah BUMN dari sekadar pelaksana kebijakan menjadi pencipta nilai ekonomi yang mampu mendorong industrialisasi, hilirisasi, dan investasi jangka panjang.
"Dalam konteks global yang semakin kompetitif, reposisi ini penting agar BUMN dapat menjadi instrumen pembangunan yang lebih produktif sekaligus meningkatkan kepercayaan investor," ujar Syafruddin.
Baca Juga : 50% Dana Investasi Danantara Bakal Digeser ke Bursa Saham dan Obligasi
Meski begitu, Syafruddin melihat tantangan untuk melakukan konsolidasi tata kelola BUMN di bawah satu entitas sangat besar. Ia menilai BUMN yang beroperasi di Indonesia memiliki sektor yang beragam. Ada perusahaan energi, perbankan, infrastruktur, telekomunikasi, hingga transportasi. Setiap sektor, kata dia, memiliki struktur pasar, model bisnis, dan profil risikoyang berbeda.
Lihat Juga :