Riset UI dan RISED Ungkap Dampak Positif MBG bagi Penerima Manfaat

Jum'at, 06 Maret 2026 - 19:34 WIB
Hasil riset LabSosio UI menunjukkan program ini membantu mengurangi beban pengeluaran keluarga serta menghemat uang jajan anak. Data penelitian juga menunjukkan hampir separuh siswa, yakni 48,5%, jarang atau bahkan tidak pernah sarapan sebelum berangkat ke sekolah, sementara 85,8% siswa selalu menghabiskan makanan MBG yang disajikan.

Temuan tersebut selaras dengan kajian RISED yang menunjukkan dukungan kuat dari keluarga penerima manfaat terhadap keberlanjutan program ini. "Sebanyak 81% orang tua dari rumah tangga rentan menyatakan mendukung keberlanjutan MBG. Menariknya, dukungan ini bukan semata soal penghematan uang, tetapi lebih pada rasa aman dan kepastian bahwa anak mereka mendapat akses makanan bergizi selama di sekolah,” ungkap Peneliti RISED, M. Fajar Rakhmadi.

Penelitian RISED juga mencatat adanya perubahan kebiasaan makan pada anak penerima manfaat. Sekitar 72% orang tua melaporkan anak mereka menjadi lebih rutin mengonsumsi makanan bergizi, sementara 55% menyatakan anak lebih mudah menerima variasi jenis makanan yang sebelumnya jarang dikonsumsi.

Dampak positif program tersebut juga dirasakan langsung oleh orang tua siswa. Seorang wali murid bernama Adriana Hedmunrewa dari Desa Kalinawano, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, mengaku melihat perubahan pada anaknya, Antonio Adrian Stefanus, siswa kelas VI SD Negeri Weetabula II.

"Kalau menurut saya ini membantu sekali. Sambil menunggu jam istirahat mereka sudah makan MBG. Aktivitas belajarnya di sekolah juga jadi lebih aktif. Sekarang dia belajar matematika sudah bisa sendiri, tidak dibantu lagi. Ketika anak saya menerima rapor, nilainya meningkat rata-rata delapan. Fisik juga jadi terlihat lebih segar dan berenergi," terang Adriana.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!