Cadangan BBM RI Lebih Tinggi Dibandingkan Beberapa Negara, Masyarakat Diminta Tenang

Senin, 09 Maret 2026 - 22:14 WIB
Untuk cadangan operasional disediakan oleh badan usaha dalam hal ini Pertamina yang sifatnya sirkuler. Jadi kalau misalnya dia terpakai, ya sudah disediakan stok untuk dipasok lagi dari sumber-sumber import.

”Itu sifatnya sirkuler. Jadi kalau misalnya terpakai, ya sudah disediakan stok untuk dipasok lagi dari sumber-sumber impor,” tutur Kholid.

Sedangkan cadangan penyangga energi, lanjut Kholid, bersifat mandatory dan harus disediakan Pemerintah sesuai kemampuan keuangan negara. Ketentuan tersebut diatur melalui Perpres Nomor 96 tahun 2024 tentang Cadangan Penyangga Energi (CPE) yang harus disediakan oleh pemerintah.

Karena itulah Kholid kembali menegaskan, bahwa kondisi BBM saat ini dipastikan aman. Termasuk menjelang Idulfitri 1447 H. Sebagai contoh kata Kholid, cadangan Pertalite bahkan sampai 28 hari dan Pertamax 29 hari, begitu pula Avtur dipastikan juga aman.

”Jadi saya mengimbau kepada masyarakat, nggak perlu panik. Yang disebut sekitar 20 hari itu stok sirkuler. Jadi keluar masuk. Begitu ada barang keluar, ada barang yang masuk. Itu disampaikan para profesor sejak tahun 70-an,” tutupnya.

Apalagi menurutnya, sampai saat ini Pertamina juga masih menghasilkan minyak lewat eksplorasi dan terus melakukan penambahan cadangan.

”Jadi nggak ada masalah. Kita insyAllah akan bisa mudik dengan riang. Mudah-mudahan konflik selesai dan masyarakat tidak perlu panik, termasuk menimbun. Karena itu akan menciptakan moral hazard yang negatif terhadap perekonomian,” pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!