Cadangan BBM RI Lebih Tinggi Dibandingkan Beberapa Negara, Masyarakat Diminta Tenang
Senin, 09 Maret 2026 - 22:14 WIB
loading...
Cadangan bahan bakar minyak (BBM) Indonesia saat ini yang hanya bertahan dalam kisaran 25 hingga 26 hari, disebutkan lebih tinggi dibandingkan beberapa negara. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Cadangan bahan bakar minyak ( BBM ) Indonesia saat ini yang hanya bertahan dalam kisaran 25 hingga 26 hari, disebutkan lebih tinggi dibandingkan beberapa negara. Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro menerangkan, stokBBM RI sekitar 20 hari lebih tinggi dari Laos dan Vietnam.
"Vietnam 15 hari cadangan operasionalnya. Laos hanya 10 hari. Artinya sebetulnya ini sesuatu yang biasa," ungkapnya dalam talkshow di Jakarta hari ini, Senin (9/3/2026).
Lantaran hal itu Ia berharap masyarakat tenang, termasuk menjelang Idulfitri 1447 H. Ditekankan juga olehnya bahwa Pertamina sudah mempersiapkan pendistribusian dengan baik, termasuk melalui Satgas Ramadan dan Idulfitri.
Baca Juga: Stok BBM Nasional Hanya Cukup 20 Hari, Ekonom: Jangan Panik, Ini Penjelasannya!
”Dan saya kira stok di masing-masing wilayah juga sudah aman,” imbuhnya.
Diterangkan lebih lanjut oleh Komaidi bahwa cadangan sekitar 20 hari, bukan berarti setelahnya BBM akan habis, karena Pertamina terus melakukan stabilisasi stok. Untuk itu Ia meminta masyarakat tetap tenang, tidak panik, dan tidak melakukan penimbunan karena justru berdampak buruk terhadap ekonomi.
Komaidi Notonegoro mengatakan, yang dimaksud cadangan sekitar 20 hari adalah cadangan operasional, semacam inventory. Cadangan tersebut berada dalam penyimpanan atau storage. Baca Juga: Gawat! Cadangan BBM Indonesia hanya Mampu Bertahan 26 Hari
”Masyarakat tidak perlu khawatir. Karena yang namanya 20 hari, tidak kemudian 20 hari ke depan habis. Tapi ketika dijual, katakanlah hari ini dijual seribu, Pertamina akan mendatangkan juga seribu, bahkan lebih. Karena mereka berkepentingan, bisnis mereka running terus,” beber Komaidi.
Sebagai ilustrasi, Komaidi mencontohkan sebuah toko yang ketika barang terjual, pasti akan membeli lagi untuk mengisi stok. Dan kondisi seperti itu sebenarnya sudah berlangsung lama dan reguler, tidak hanya saat ini saja.
Hal senada juga diungkapkan oleh Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), M Kholid Syeirazi. ”Tidak perlu panik. Tidak perlu panik,” kata Kholid.
Dijelaskan olehnya bahwa terdapat tiga jenis cadangan energi . Yaitu cadangan strategis, cadangan penyangga energi, dan cadangan operasional. Dan yang disebut cadangan 20-23 hari, adalah cadangan operasional yang disediakan badan usaha seperti Pertamina.
Untuk cadangan operasional disediakan oleh badan usaha dalam hal ini Pertamina yang sifatnya sirkuler. Jadi kalau misalnya dia terpakai, ya sudah disediakan stok untuk dipasok lagi dari sumber-sumber import.
”Itu sifatnya sirkuler. Jadi kalau misalnya terpakai, ya sudah disediakan stok untuk dipasok lagi dari sumber-sumber impor,” tutur Kholid.
Sedangkan cadangan penyangga energi, lanjut Kholid, bersifat mandatory dan harus disediakan Pemerintah sesuai kemampuan keuangan negara. Ketentuan tersebut diatur melalui Perpres Nomor 96 tahun 2024 tentang Cadangan Penyangga Energi (CPE) yang harus disediakan oleh pemerintah.
Karena itulah Kholid kembali menegaskan, bahwa kondisi BBM saat ini dipastikan aman. Termasuk menjelang Idulfitri 1447 H. Sebagai contoh kata Kholid, cadangan Pertalite bahkan sampai 28 hari dan Pertamax 29 hari, begitu pula Avtur dipastikan juga aman.
”Jadi saya mengimbau kepada masyarakat, nggak perlu panik. Yang disebut sekitar 20 hari itu stok sirkuler. Jadi keluar masuk. Begitu ada barang keluar, ada barang yang masuk. Itu disampaikan para profesor sejak tahun 70-an,” tutupnya.
Apalagi menurutnya, sampai saat ini Pertamina juga masih menghasilkan minyak lewat eksplorasi dan terus melakukan penambahan cadangan.
”Jadi nggak ada masalah. Kita insyAllah akan bisa mudik dengan riang. Mudah-mudahan konflik selesai dan masyarakat tidak perlu panik, termasuk menimbun. Karena itu akan menciptakan moral hazard yang negatif terhadap perekonomian,” pungkasnya.
"Vietnam 15 hari cadangan operasionalnya. Laos hanya 10 hari. Artinya sebetulnya ini sesuatu yang biasa," ungkapnya dalam talkshow di Jakarta hari ini, Senin (9/3/2026).
Lantaran hal itu Ia berharap masyarakat tenang, termasuk menjelang Idulfitri 1447 H. Ditekankan juga olehnya bahwa Pertamina sudah mempersiapkan pendistribusian dengan baik, termasuk melalui Satgas Ramadan dan Idulfitri.
Baca Juga: Stok BBM Nasional Hanya Cukup 20 Hari, Ekonom: Jangan Panik, Ini Penjelasannya!
”Dan saya kira stok di masing-masing wilayah juga sudah aman,” imbuhnya.
Diterangkan lebih lanjut oleh Komaidi bahwa cadangan sekitar 20 hari, bukan berarti setelahnya BBM akan habis, karena Pertamina terus melakukan stabilisasi stok. Untuk itu Ia meminta masyarakat tetap tenang, tidak panik, dan tidak melakukan penimbunan karena justru berdampak buruk terhadap ekonomi.
Komaidi Notonegoro mengatakan, yang dimaksud cadangan sekitar 20 hari adalah cadangan operasional, semacam inventory. Cadangan tersebut berada dalam penyimpanan atau storage. Baca Juga: Gawat! Cadangan BBM Indonesia hanya Mampu Bertahan 26 Hari
”Masyarakat tidak perlu khawatir. Karena yang namanya 20 hari, tidak kemudian 20 hari ke depan habis. Tapi ketika dijual, katakanlah hari ini dijual seribu, Pertamina akan mendatangkan juga seribu, bahkan lebih. Karena mereka berkepentingan, bisnis mereka running terus,” beber Komaidi.
Sebagai ilustrasi, Komaidi mencontohkan sebuah toko yang ketika barang terjual, pasti akan membeli lagi untuk mengisi stok. Dan kondisi seperti itu sebenarnya sudah berlangsung lama dan reguler, tidak hanya saat ini saja.
Hal senada juga diungkapkan oleh Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), M Kholid Syeirazi. ”Tidak perlu panik. Tidak perlu panik,” kata Kholid.
Dijelaskan olehnya bahwa terdapat tiga jenis cadangan energi . Yaitu cadangan strategis, cadangan penyangga energi, dan cadangan operasional. Dan yang disebut cadangan 20-23 hari, adalah cadangan operasional yang disediakan badan usaha seperti Pertamina.
Untuk cadangan operasional disediakan oleh badan usaha dalam hal ini Pertamina yang sifatnya sirkuler. Jadi kalau misalnya dia terpakai, ya sudah disediakan stok untuk dipasok lagi dari sumber-sumber import.
”Itu sifatnya sirkuler. Jadi kalau misalnya terpakai, ya sudah disediakan stok untuk dipasok lagi dari sumber-sumber impor,” tutur Kholid.
Sedangkan cadangan penyangga energi, lanjut Kholid, bersifat mandatory dan harus disediakan Pemerintah sesuai kemampuan keuangan negara. Ketentuan tersebut diatur melalui Perpres Nomor 96 tahun 2024 tentang Cadangan Penyangga Energi (CPE) yang harus disediakan oleh pemerintah.
Karena itulah Kholid kembali menegaskan, bahwa kondisi BBM saat ini dipastikan aman. Termasuk menjelang Idulfitri 1447 H. Sebagai contoh kata Kholid, cadangan Pertalite bahkan sampai 28 hari dan Pertamax 29 hari, begitu pula Avtur dipastikan juga aman.
”Jadi saya mengimbau kepada masyarakat, nggak perlu panik. Yang disebut sekitar 20 hari itu stok sirkuler. Jadi keluar masuk. Begitu ada barang keluar, ada barang yang masuk. Itu disampaikan para profesor sejak tahun 70-an,” tutupnya.
Apalagi menurutnya, sampai saat ini Pertamina juga masih menghasilkan minyak lewat eksplorasi dan terus melakukan penambahan cadangan.
”Jadi nggak ada masalah. Kita insyAllah akan bisa mudik dengan riang. Mudah-mudahan konflik selesai dan masyarakat tidak perlu panik, termasuk menimbun. Karena itu akan menciptakan moral hazard yang negatif terhadap perekonomian,” pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :