Perilaku Konsumen Berubah, Pemasar Wajib Pahami Generative Engine Optimization
Minggu, 15 Maret 2026 - 21:10 WIB
Pendekatan berbasis sistem menjadi semakin relevan karena ekosistem digital kini terhubung erat dengan berbagai platform commerce seperti Shopee dan TikTok. Fenomena social commerce, termasuk live shopping dan streaming commerce, mempercepat perubahan ini dengan menggabungkan iklan, konten, dan interaksi real-time dalam satu pengalaman pengguna.
Di tengah biaya akuisisi pelanggan yang semakin kompetitif, Whizzy Growth menilai metrik tradisional seperti impresi dan klik tidak lagi cukup. Brand kini perlu memahami indikator yang lebih dekat dengan kesehatan bisnis, seperti margin, efisiensi skala, hingga nilai seumur hidup pelanggan (lifetime value).
"Tanpa orientasi profit yang jelas, pertumbuhan digital sering kali hanya terlihat besar di permukaan, tetapi tidak memiliki fondasi finansial yang kuat," tegas Tommy. Ia menambahkan bahwa integrasi antara data pemasaran dan data bisnis menjadi kunci, termasuk melalui pengembangan koneksi API yang memungkinkan data iklan terhubung langsung dengan sistem CRM.
Ke depan, kombinasi antara performance marketing, integrasi teknologi, serta kesiapan menghadapi GEO diperkirakan akan menjadi standar baru industri. Whizzy Growth menilai brand yang mampu beradaptasi cepat, baik dalam membangun sistem internal maupun strategi visibilitas di era AI, akan memiliki keunggulan kompetitif yang lebih kuat.
"Perubahan terbesar digital marketing saat ini bukan lagi pada platform, melainkan pada cara konsumen mencari jawaban melalui sistem AI," pungkas Tommy. Di tengah persaingan yang semakin kompleks, membangun mesin pertumbuhan yang terukur, adaptif, dan berbasis profit menjadi langkah strategis agar bisnis tidak hanya bertahan, tetapi juga terus berkembang secara berkelanjutan.
Di tengah biaya akuisisi pelanggan yang semakin kompetitif, Whizzy Growth menilai metrik tradisional seperti impresi dan klik tidak lagi cukup. Brand kini perlu memahami indikator yang lebih dekat dengan kesehatan bisnis, seperti margin, efisiensi skala, hingga nilai seumur hidup pelanggan (lifetime value).
"Tanpa orientasi profit yang jelas, pertumbuhan digital sering kali hanya terlihat besar di permukaan, tetapi tidak memiliki fondasi finansial yang kuat," tegas Tommy. Ia menambahkan bahwa integrasi antara data pemasaran dan data bisnis menjadi kunci, termasuk melalui pengembangan koneksi API yang memungkinkan data iklan terhubung langsung dengan sistem CRM.
Ke depan, kombinasi antara performance marketing, integrasi teknologi, serta kesiapan menghadapi GEO diperkirakan akan menjadi standar baru industri. Whizzy Growth menilai brand yang mampu beradaptasi cepat, baik dalam membangun sistem internal maupun strategi visibilitas di era AI, akan memiliki keunggulan kompetitif yang lebih kuat.
"Perubahan terbesar digital marketing saat ini bukan lagi pada platform, melainkan pada cara konsumen mencari jawaban melalui sistem AI," pungkas Tommy. Di tengah persaingan yang semakin kompleks, membangun mesin pertumbuhan yang terukur, adaptif, dan berbasis profit menjadi langkah strategis agar bisnis tidak hanya bertahan, tetapi juga terus berkembang secara berkelanjutan.
(nng)
Lihat Juga :