Konflik Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Brent Tembus Level Tertinggi Sejak 2022
Senin, 23 Maret 2026 - 10:00 WIB
Konflik yang kian meruncing sejak akhir Februari 2026 tersebut telah menyebabkan terhentinya operasional di Selat Hormuz. Korps Pengawal Revolusi Islam Iran memperingatkan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan aliran minyak melintasi jalur tersebut, terutama bagi kapal-kapal yang berafiliasi dengan pihak-pihak yang terlibat konflik.
Serangan terhadap infrastruktur energi juga memperburuk situasi, termasuk kerusakan pada lapangan gas South Pars di Iran dan fasilitas industri di Qatar. CEO QatarEnergy menyatakan, kerusakan pada kapasitas ekspor gas alam cair (LNG) tersebut memerlukan waktu pemulihan antara tiga hingga lima tahun.
Menanggapi krisis tersebut, 32 negara anggota Badan Energi Internasional (IEA) telah sepakat secara bulat untuk melepaskan cadangan minyak darurat demi menstabilkan pasar. Namun, analis menilai cadangan tersebut hanya mampu menambal kebutuhan pasar selama 20 hari jika gangguan di Selat Hormuz terus berlanjut.
Baca Juga: Perang AS-Iran Bikin Susah Banyak Negara, 100.000 Pekerja di Inggris Terancam PHK
Lembaga keuangan Goldman Sachs memperingatkan, harga minyak mentah berpotensi menetap di atas level USD100 untuk jangka waktu yang lama. Sementara itu, Oxford Economics telah menaikkan proyeksi inflasi global 2026 menjadi 4 persen, naik dari perkiraan sebelumnya sebesar 3,3% pada Februari.
Serangan terhadap infrastruktur energi juga memperburuk situasi, termasuk kerusakan pada lapangan gas South Pars di Iran dan fasilitas industri di Qatar. CEO QatarEnergy menyatakan, kerusakan pada kapasitas ekspor gas alam cair (LNG) tersebut memerlukan waktu pemulihan antara tiga hingga lima tahun.
Menanggapi krisis tersebut, 32 negara anggota Badan Energi Internasional (IEA) telah sepakat secara bulat untuk melepaskan cadangan minyak darurat demi menstabilkan pasar. Namun, analis menilai cadangan tersebut hanya mampu menambal kebutuhan pasar selama 20 hari jika gangguan di Selat Hormuz terus berlanjut.
Baca Juga: Perang AS-Iran Bikin Susah Banyak Negara, 100.000 Pekerja di Inggris Terancam PHK
Lembaga keuangan Goldman Sachs memperingatkan, harga minyak mentah berpotensi menetap di atas level USD100 untuk jangka waktu yang lama. Sementara itu, Oxford Economics telah menaikkan proyeksi inflasi global 2026 menjadi 4 persen, naik dari perkiraan sebelumnya sebesar 3,3% pada Februari.
Lihat Juga :