Krisis Avtur Hantam Vietnam, Maskapai Pangkas Massal Jadwal Penerbangan

Sabtu, 28 Maret 2026 - 10:37 WIB
Tak hanya maskapai full service, maskapai berbiaya rendah (Low-Cost Carrier) juga tak luput dari hantaman krisis energi ini. VietJet Air misalnya, maskapai bertarif rendah paling populer di Vietnam ini akan memotong kapasitas penerbangan sebesar 18% mulai 1 April, dengan fokus utama pada layanan domestik.

Baca Juga: Indonesia Dibayangi Krisis Energi, Bahlil Memohon kepada Oknum Penimbun BBM

Sedangkan Pacific Airlines, yang merupakan Anak usaha Vietnam Airlines berencana memangkas kapasitas sebesar 8% hingga 30%. Strategi mereka adalah menghapus jadwal penerbangan pada jam-jam sepi (off-peak hours) untuk menjaga efisiensi bahan bakar.

Lalu ada juga Bamboo Airways menargetkan bakal memangkas separuh penerbangan hariannya menjadi sekitar 17 dari 36 saat ini. Sementara Sun PhuQuoc Airways berniat mempertahankan jadwal yang ada untuk saat ini karena memiliki persediaan bahan bakar yang cukup hingga akhir April, namun tidak menutup kemungkin akan menilai kembali posisinya jika gangguan bahan bakar terus berlanjut.

Guna menstabilkan pasar domestik, kementerian keuangan Vietnam telah menangguhkan pajak perlindungan lingkungan dan pajak konsumsi khusus atas bahan bakar, termasuk bahan bakar jet, hingga 15 April. Terpantau Saham Vietnam Airlines (HVN.HM) turun 5,7% selama sesi pagi pada hari Jumat, sementara saham Vietjet Air (VJC.HM) naik 0,4%.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!