Stok Beras Indonesia Cetak Rekor Tembus 4,3 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Senin, 30 Maret 2026 - 22:01 WIB
Baca Juga: Surplus Beras 13%, Indonesia Buka Keran Ekspor ke Arab Saudi dan Papua Nugini

Menurut Amran, kuatnya cadangan beras pemerintah berkontribusi signifikan terhadap stabilitas harga pangan, khususnya selama bulan Ramadan. Ia menekankan bahwa beras kini tidak lagi menjadi penyumbang utama inflasi seperti yang kerap terjadi dalam satu hingga dua dekade terakhir.

"Jadi alhamdulillah, bulan suci Ramadan, bukan harga beras menjadi penyumbang inflasi. Dan 10 sampai 20 tahun terakhir, biasanya nomor satu penyumbang inflasi adalah beras," ungkap Amran.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi beras secara bulanan hingga Februari 2026 berada di angka 0,43 persen. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan puncak inflasi beras tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, seperti 5,61 persen pada September 2023 dan 5,28 persen pada Februari 2024.

Secara historis, inflasi beras secara bulanan tidak pernah melampaui indeks 2 persen sejak Juni 2024. Capaian ini menandakan bahwa harga beras, mulai dari tingkat produsen hingga konsumen, telah berhasil dikendalikan pemerintah dalam kurun waktu hampir dua tahun terakhir di tengah dinamika pasar pangan global yang penuh tantangan.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!