Rincian Harga BBM di ASEAN: Malaysia Termurah, Singapura Bikin Geleng Kepala, Indonesia?

Rabu, 01 April 2026 - 14:10 WIB
Di Thailand, harga bahan bakar naik enam baht (atau setara Rp3.040) per liter sejak 26 Maret setelah pengurangan subsidi, dengan Gasohol 95 sebesar 41,05 baht (Rp20.828) per liter, Gasohol 91 sebesar 40,68 baht (Rp20.662) dan Diesel B7 sebesar 38,94 baht (Rp19.787).

Mekanisme penetapan harga yang dikelola negara di Vietnam telah membantu menenangkan volatilitas melalui revisi berkala, meskipun kenaikan terbaru mengikuti tren global.

Sebaliknya pasar bahan bakar yang sepenuhnya dideregulasi di Filipina melakukan penyesuaian harga mingguan, membuat konsumen lebih langsung terpapar fluktuasi harga minyak internasional.

Kamboja dan Laos tetap menjadi pasar yang lebih rentan, dengan harga bensin melebihi USD1,10 (Rp18.370) per liter karena ketergantungan mereka yang tinggi pada produk petroleum olahan impor.

Kapasitas penyulingan domestik yang terbatas membuat kedua negara sangat rentan terhadap gangguan pasokan eksternal dan tekanan mata uang, yang berkontribusi pada tekanan harga yang berkelanjutan di pasar bahan bakar Kamboja.

Harga bahan bakar tetap tinggi di Kamboja minggu ini, sebagian besar dipicu oleh pasar energi yang bergejolak yang terus mendorong naik harga minyak mentah internasional. Harga solar khususnya, telah melonjak tajam, naik lebih dari 80% sejak konflik meletus pada akhir Februari.

Kementerian Perdagangan Kamboja pada tengah pekan mengumumkan kenaikan tajam harga bahan bakar, dengan diesel naik menjadi 7.100 riel (Rp29.576) per liter dari 3.750 riel (Rp15.829) pada akhir Februari. Sementara bensin reguler naik menjadi 5.450 riel (Rp22.911) per liter dari sebelumnya 3.800 riel (Rp15.871).

Kamboja yang bergantung pada ekspor sangat mengandalkan bahan bakar impor untuk menggerakkan ekonominya, dengan harga bahan bakar yang fluktuatif meningkatkan biaya hidup.

Seiring ketidakpastian global yang terus berlanjut, strategi penetapan harga bahan bakar yang berbeda di kawasan tersebut kemungkinan akan mendapat pengawasan lebih ketat, terutama dalam menyeimbangkan keberlanjutan fiskal dengan kebutuhan untuk melindungi konsumen dari tekanan biaya lebih lanjut.

Komparasi harga BBM di ASEAN sejak krisis Selat Hormuz pada Maret 2026.

1. Indonesia (Pertamina)

RON 92: Rp12.300

RON 95: Rp12.900

RON 98: Rp13.100

Solar subsidi: Rp6.800

Dexlite (non-subsidi): Rp14.200

Pertamina Dex: Rp14.500

2. Malaysia

RON 95: ± Rp8.500-Rp11.400

RON 97: ± Rp13.000
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!