Terjepit Dua Tekanan Besar, Industri Manufaktur Indonesia Mendekati Batas Stagnasi
Rabu, 01 April 2026 - 21:26 WIB
“Kombinasi demand shock dan cost pressure ini membuat laju ekspansi industri melambat signifikan, mendekati batas stagnasi di level 50,” ujar Saleh dalam keterangannya, Rabu (1/4/2026).
Kenaikan harga energi global yang telah menembus angka kritis tidak hanya membebani operasional pabrik, tetapi juga memaksa pelaku industri melakukan efisiensi ketat guna menjaga margin keuntungan yang kian menipis.
"Penurunan PMI Manufaktur Indonesia pada Maret 2026 terutama dipicu oleh pelemahan permintaan, khususnya penurunan pesanan ekspor baru, di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Selain itu, tekanan biaya produksi akibat kenaikan harga energi dan gangguan rantai pasok turut menekan aktivitas industri," ungkapnya.
Baca Juga: Buka IIMS 2026, Menperin Pamer Kinerja Sektor Manufaktur Nasional
Lihat Juga :