Rupiah Masih Rapuh, Hari Ini Sentuh Level Rp17.104 per USD

Jum'at, 10 April 2026 - 16:56 WIB
Bank sentral menjelaskan, tetap kuatnya persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini terutama ditopang oleh peningkatan Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) yang naik menjadi 129,2, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 125,0.

Sementara itu, dua komponen lainnya masih berada di zona optimistis meskipun mengalami penurunan. Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) tercatat 107,8, turun dari 110,7 pada bulan sebelumnya. Adapun Indeks Pembelian Barang Tahan Lama atau Durable Goods (IPDG) berada di level 109,2, lebih rendah dibandingkan Februari 2026 yang mencapai 112,0.

Kemudian, Bank Pembangunan Asia (ADB) memperkirakan pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang Asia dan Pasifik akan melambat menjadi 5,1% pada 2026 dan 2027. Kondisi itu terbebani oleh konflik di Timur Tengah dan ketidakpastian perdagangan yang berkelanjutan. Lingkungan global menjadi penuh tantangan dan ketidakpastian.

ADB memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia justru meningkat menjadi 5,2% pada 2026 dan 2027, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya 5,1%. Kondisi berbeda bisa terjadi jika konflik di Timur Tengah berkepanjangan dan memburuk.

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.110-Rp17.160 per dolar AS. Sedangkan dalam sepekan kedepan rupiah di perdagangkan direntang Rp17.040-Rp17.200 per dolar AS.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!