Lawan Blokade Barat, Dua Raksasa BRICS Perkuat Poros Eurasia di Tengah Krisis Hormuz

Rabu, 15 April 2026 - 09:49 WIB
"Eurasia sedang menghadapi berbagai krisis yang diciptakan secara artifisial. Di Barat, konflik Ukraina dimanfaatkan untuk membentuk blok agresif baru yang mengincar Rusia. Sementara di Timur, 'permainan berbahaya' serupa terjadi di sekitar Taiwan dan Laut China Selatan untuk membendung kemajuan China," tegas Lavrov seperti dilansir Rabu (15/4/2026).

Rusia dan China Respons Krisis Timur Tengah

Beijing, sebagai importir minyak terbesar dari Timur Tengah, memberikan kecaman keras terhadap tindakan Amerika Serikat di Selat Hormuz. China menilai kebijakan AS yang menghambat lalu lintas maritim di jalur vital tersebut sebagai tindakan "berbahaya dan tidak bertanggung jawab."

“China mendesak semua pihak untuk mematuhi aturan gencatan senjata dan memulihkan lalu lintas normal di selat sesegera mungkin,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun.

China khawatir blokade ini akan merusak situasi gencatan senjata yang sudah sangat rapuh antara AS-Israel dan Iran. Di sisi lain menariknya, kunjungan Lavrov bertepatan dengan kedatangan Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, yang juga diterima oleh Presiden Xi Jinping.

Baca Juga: Prabowo Terima Kasih ke Putin Bantu Indonesia Masuk BRICS

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!