Pengalihan Impor Gula Industri ke BUMN Dinilai Bukan Solusi, Awas Makin Mahal!
Kamis, 16 April 2026 - 13:19 WIB
“Ujung-ujungnya konsumen yang harus membayar dengan dalam jumlah dalam harga yang sangat-sangat mahal, karena pada akhirnya BUMN yang ditugasi berdikari dan PTPPI itu dia tidak punya kemampuan finansial secara cukup dan dia juga tidak punya jejaring pemasaran,” papar Khudori.
“Akar problemnya itu ya pabrik gula konsumsi kita yang memang tidak efisien kan, terutama yang BUMN kan sehingga pasar itu harus dibelah, dipisahkan antara gula konsumsi dan gula raffinasi," jelasnya.
Terkait swasembada gula rafinasi atau gula industri masih jauh, karena seluruh bahan baku gula industri itu masih kita impor. “Tahun ini 3,2 juta ton ya raw sugar-nya jadi masih jauh masih aja, kita masih ada impor, jadi gula konsumsi aja belum belum swasembada, apalagi gula industri”, ujarnya.
Mismanagement Sugar Co
Menyinggung kerugian Sugar Co menurutnya sudah bisa diprediksi sejak awal. Sejak mengkonsolidasikan lebih dari 30 pabrik gula, Sugar Co relatif tidak mengalami pertumbuhan.
Pengawasan Distribusi Lemah
Terkait perembesan gula rafinasi ke pasar konsumsi, menurut Khudori, bukan persoalan siapa yang melakukan impor bahan baku gula rafinasi. Perembesan itu berakar dari lemahnya pengawasan pemerintah dan tingginya disparitas antara harga gula rafinasi dan gula konsumsi.“Akar problemnya itu ya pabrik gula konsumsi kita yang memang tidak efisien kan, terutama yang BUMN kan sehingga pasar itu harus dibelah, dipisahkan antara gula konsumsi dan gula raffinasi," jelasnya.
Terkait swasembada gula rafinasi atau gula industri masih jauh, karena seluruh bahan baku gula industri itu masih kita impor. “Tahun ini 3,2 juta ton ya raw sugar-nya jadi masih jauh masih aja, kita masih ada impor, jadi gula konsumsi aja belum belum swasembada, apalagi gula industri”, ujarnya.
Mismanagement Sugar Co
Menyinggung kerugian Sugar Co menurutnya sudah bisa diprediksi sejak awal. Sejak mengkonsolidasikan lebih dari 30 pabrik gula, Sugar Co relatif tidak mengalami pertumbuhan.
Lihat Juga :