Kelas Menengah Terus Menyusut, Mampukah RI Jadi Negara Maju di 2045?
Kamis, 16 April 2026 - 20:59 WIB
"Middle class merupakan kunci perubahan negara dan society," ujar Co-founder & CEO Katadata Indonesia, Metta Dharmasaputra.
Laporan flagship Katadata Indonesia Middle Class Insight (KIMCI) membedah kondisi kelas menengah di Indonesia. Metta berharap riset KIMCI bisa menjadi acuan bagi berbagai pemangku kepentingan dalam memahami kondisi kelompok kelas menengah di Indonesia.
"Mudah-mudahan KIMCI di tahun keduanya bisa menjadi acuan untuk memahami peta lanskap middle class di Indonesia," ujar Metta saat membuka acara IDE Katadata Future Forum 2026 bertema "Adapting to What Comes Next" di Djakarta Theatre, Jakarta, Rabu (15/4).
Baca Juga: Kelas Menengah Masih Jadi Kelompok Paling Rentan Kena Tekanan Ekonomi
Dalam acara peluncuran KIMCI, diungkapkan juga temuan bahwa banyak kelas menengah yang tidak merasa cukup dengan memiliki satu pekerjaan. “Bagi kelas menengah satu sumber pendapatan tidak lagi cukup untuk memberikan kepastian karena itu pekerjaan sampingan bukan sekedar tambahan melainkan sebuah lapisan pengaman,” ujar Vice President Finance & Business Development Katadata Ivan Triyogo Priambodo.
Menurutnya, hal ini sebagai sebuah pertanda jika kelas menengah sedang membangun strategi hidup yang lebih adaptif dan lebih tahan terhadap ketidakpastian. “Pada saat yang sama pola konsumsi semakin bijak, keputusan belanja tidak semata-mata ditentukan harga yang paling murah. Yang semakin penting bagi mereka adalah nilai,” katanya.
Laporan flagship Katadata Indonesia Middle Class Insight (KIMCI) membedah kondisi kelas menengah di Indonesia. Metta berharap riset KIMCI bisa menjadi acuan bagi berbagai pemangku kepentingan dalam memahami kondisi kelompok kelas menengah di Indonesia.
"Mudah-mudahan KIMCI di tahun keduanya bisa menjadi acuan untuk memahami peta lanskap middle class di Indonesia," ujar Metta saat membuka acara IDE Katadata Future Forum 2026 bertema "Adapting to What Comes Next" di Djakarta Theatre, Jakarta, Rabu (15/4).
Baca Juga: Kelas Menengah Masih Jadi Kelompok Paling Rentan Kena Tekanan Ekonomi
Dalam acara peluncuran KIMCI, diungkapkan juga temuan bahwa banyak kelas menengah yang tidak merasa cukup dengan memiliki satu pekerjaan. “Bagi kelas menengah satu sumber pendapatan tidak lagi cukup untuk memberikan kepastian karena itu pekerjaan sampingan bukan sekedar tambahan melainkan sebuah lapisan pengaman,” ujar Vice President Finance & Business Development Katadata Ivan Triyogo Priambodo.
Menurutnya, hal ini sebagai sebuah pertanda jika kelas menengah sedang membangun strategi hidup yang lebih adaptif dan lebih tahan terhadap ketidakpastian. “Pada saat yang sama pola konsumsi semakin bijak, keputusan belanja tidak semata-mata ditentukan harga yang paling murah. Yang semakin penting bagi mereka adalah nilai,” katanya.
Lihat Juga :