Mendorong Ekonomi Sirkular di Kelurahan Kutawaru Melalui Program MAMAKU SIGAP
Jum'at, 17 April 2026 - 17:07 WIB
Setelah melewati berbagai proses persiapan, pada 2020 dimulailah program MAMAKU SIGAP sebagai program integratif yang menggabungkan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Salah satu pilar utama program ini adalah pengelolaan sampah melalui Bank Sampah Abhipraya dengan pendekatan ekonomi sirkular.
Konsep ini diterapkan melalui langkah-langkah prinsip ekonomi sirkular yaitu Refuse (R0), Rethink (R1), Repurpose (R7), Recycle (R8), dan Recover (R9). Menurut Roberth, dengan strategi tersebut, sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, melainkan sebagai sumber daya yang dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. Setiap tahunnya, bank sampah ini berhasil mengelola sebanyak 7,6 ton sampah.
“Dengan beroperasinya Bank Sampah Abhipraya, masalah lingkungan di Kutawaru teratasi dengan baik. Bank sampah ini juga menjawab permasalahan ekonomi warga, karena sampah yang dikelola menghasilkan pundi-pundi rupiah,” jelas Roberth.
Masih di bidang lingkungan, Pertamina Patra Niaga juga menginisiasi penanaman mangrove di pesisir pantai Cilacap sebagai upaya untuk mencegah abrasi. Roberth menambahkan, program ini juga memanfaatkan energi bersih melalui pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 6.600 Wattpeak (Wp).
Dalam aspek ekonomi, Pertamina Patra Niaga mendorong pendirian Kampoeng Kepiting. Ini merupakan sentra kuliner hidangan laut yang dikelola oleh warga Kutawaru. Salah satu menu unggulannya adalah kepiting cangkang lunak. Kini Kampoeng Kepiting menjadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Cilacap dengan omzet per bulan mencapai puluhan juta rupiah.
Konsep ini diterapkan melalui langkah-langkah prinsip ekonomi sirkular yaitu Refuse (R0), Rethink (R1), Repurpose (R7), Recycle (R8), dan Recover (R9). Menurut Roberth, dengan strategi tersebut, sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, melainkan sebagai sumber daya yang dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. Setiap tahunnya, bank sampah ini berhasil mengelola sebanyak 7,6 ton sampah.
“Dengan beroperasinya Bank Sampah Abhipraya, masalah lingkungan di Kutawaru teratasi dengan baik. Bank sampah ini juga menjawab permasalahan ekonomi warga, karena sampah yang dikelola menghasilkan pundi-pundi rupiah,” jelas Roberth.
Masih di bidang lingkungan, Pertamina Patra Niaga juga menginisiasi penanaman mangrove di pesisir pantai Cilacap sebagai upaya untuk mencegah abrasi. Roberth menambahkan, program ini juga memanfaatkan energi bersih melalui pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 6.600 Wattpeak (Wp).
Dalam aspek ekonomi, Pertamina Patra Niaga mendorong pendirian Kampoeng Kepiting. Ini merupakan sentra kuliner hidangan laut yang dikelola oleh warga Kutawaru. Salah satu menu unggulannya adalah kepiting cangkang lunak. Kini Kampoeng Kepiting menjadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Cilacap dengan omzet per bulan mencapai puluhan juta rupiah.
Lihat Juga :