Iran Buka Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok 10%
Jum'at, 17 April 2026 - 22:02 WIB
Sentimen pasar turut diperkuat oleh respons Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyambut positif pembukaan Selat Hormuz, meskipun tetap menegaskan kebijakan pengawasan terhadap Iran masih diberlakukan.
Baca Juga: Perang Iran Dorong Subsidi BBM di ASEAN Cetak Rekor Tertinggi
Analis energi memperkirakan penurunan harga minyak ini berpotensi menekan harga bahan bakar dalam waktu dekat. Penurunan harga diperkirakan mulai terasa pada akhir pekan, dengan tren harga yang terus bergerak melemah.
Di pasar keuangan, indeks saham utama Amerika Serikat mencatat penguatan signifikan dengan S&P 500 dan Nasdaq Composite menyentuh rekor tertinggi, sementara Dow Jones melonjak lebih dari 500 poin pada awal perdagangan.
Penguatan juga terjadi di pasar Eropa, di mana indeks Stoxx 600 naik lebih dari 1%, disertai kenaikan signifikan pada bursa utama di Prancis dan Jerman. Di sisi lain, imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor 10 tahun turun ke level terendah dalam hampir satu bulan, mencerminkan pergeseran sentimen investor terhadap aset berisiko di tengah meredanya ketegangan geopolitik.
Baca Juga: Perang Iran Dorong Subsidi BBM di ASEAN Cetak Rekor Tertinggi
Analis energi memperkirakan penurunan harga minyak ini berpotensi menekan harga bahan bakar dalam waktu dekat. Penurunan harga diperkirakan mulai terasa pada akhir pekan, dengan tren harga yang terus bergerak melemah.
Di pasar keuangan, indeks saham utama Amerika Serikat mencatat penguatan signifikan dengan S&P 500 dan Nasdaq Composite menyentuh rekor tertinggi, sementara Dow Jones melonjak lebih dari 500 poin pada awal perdagangan.
Penguatan juga terjadi di pasar Eropa, di mana indeks Stoxx 600 naik lebih dari 1%, disertai kenaikan signifikan pada bursa utama di Prancis dan Jerman. Di sisi lain, imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor 10 tahun turun ke level terendah dalam hampir satu bulan, mencerminkan pergeseran sentimen investor terhadap aset berisiko di tengah meredanya ketegangan geopolitik.
(nng)
Lihat Juga :