Pasar Minyak Global Kembali Terguncang, Taruhan Rp13 Triliun Terjadi Beberapa Menit Sebelum Pembukaan Selat Hormuz

Selasa, 21 April 2026 - 07:51 WIB
Insiden ini menambah panjang daftar spekulasi yang dinilai mencurigakan terkait konflik di Timur Tengah. Sebelumnya pada 7 April, taruhan senilai USD950 juta atau setara Rp16,2 triliun ditempatkan hanya beberapa jam sebelum AS dan Iran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan. Hal serupa terjadi pada 23 Maret, di mana investor menjual kontrak minyak senilai USD500 juta atau setara Rp8,5 triliun tepat 15 menit sebelum Presiden Trump menunda serangan terhadap infrastruktur energi Iran.

Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) dilaporkan telah memulai penyelidikan terhadap transaksi di platform yang dioperasikan oleh CME Group dan Intercontinental Exchange. Kedua bursa tersebut telah diminta untuk menyerahkan dokumen relevan guna melacak entitas di balik perdagangan yang sangat menguntungkan tersebut. Tekanan politik pun meningkat, terutama dari anggota parlemen Partai Demokrat yang mendesak tindakan tegas terhadap potensi eksploitasi informasi rahasia pemerintah.

Baca Juga: Sudah 7 Minggu sejak Dibunuh AS-Israel, Mengapa Iran Belum Kuburkan Ayatollah Ali Khamenei?

Senator Elizabeth Warren dan Sheldon Whitehouse telah menyurati Ketua CFTC Michael Selig untuk menyatakan kekhawatiran mereka mengenai integritas pasar. Sementara itu, Perwakilan Ritchie Torres menyerukan kolaborasi antara CFTC dan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) untuk mengidentifikasi dalang di balik transaksi tersebut. Mereka menilai pola ini bukan sekadar kebetulan, melainkan indikasi kuat adanya kebocoran informasi non-publik.

Penurunan harga pada Jumat lalu menjadi salah satu koreksi harian terbesar sejak Iran menutup Selat Hormuz pada awal Maret, yang sempat mengganggu 20% pasokan minyak jalur laut global. Sebelumnya, harga Brent sempat menyentuh angka USD128 per barel pada awal April akibat ketegangan geopolitik sebelum akhirnya melandai seiring rangkaian pengumuman gencatan senjata.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!