AS Akhirnya Menyerah? Izinkan Lagi Impor Minyak Rusia
Kamis, 23 April 2026 - 22:49 WIB
"Langkah ini bertujuan untuk melindungi konsumen di AS dan sekutu kita dari biaya bahan bakar yang jauh lebih curam," kata Bessent.
Perpanjangan lisensi umum ini berlaku hingga 16 Mei 2026, memungkinkan pengiriman minyak Rusia yang sudah dimuat di tanker tetap berjalan.
Dengan kelonggaran ini, Departemen Keuangan AS mengklaim telah memasok lebih dari 250 juta barel ke pasar global. "Tanpa tambahan barel dari Rusia ini, harga mungkin sudah mencapai USD150," tambah Bessent.
Baca Juga: Rusia Haramkan Jual Minyak ke Negara Pendukung Pembatasan Harga, G7 hingga Jepang
Perpanjangan lisensi umum ini berlaku hingga 16 Mei 2026, memungkinkan pengiriman minyak Rusia yang sudah dimuat di tanker tetap berjalan.
Penyelamat di Tengah Krisis Selat Hormuz
Perang AS-Israel melawan Iran telah melumpuhkan Selat Hormuz, jalur yang biasanya mengangkut seperempat perdagangan minyak dunia melalui laut. Akibatnya pasokan global terjepit dan memaksa Washington mengambil langkah pragmatis meski harus melunakkan sanksi terhadap Moskow.Dengan kelonggaran ini, Departemen Keuangan AS mengklaim telah memasok lebih dari 250 juta barel ke pasar global. "Tanpa tambahan barel dari Rusia ini, harga mungkin sudah mencapai USD150," tambah Bessent.
Baca Juga: Rusia Haramkan Jual Minyak ke Negara Pendukung Pembatasan Harga, G7 hingga Jepang
Lihat Juga :