Rusia Haramkan Jual Minyak ke Negara Pendukung Pembatasan Harga, G7 hingga Jepang

Kamis, 02 April 2026 - 08:11 WIB
loading...
Rusia Haramkan Jual...
Babak baru pasar energi dunia kian panas, setelah pemerintah Rusia secara tegas menyatakan tidak akan menjual minyak kepada negara-negara yang mendukung skema pembatasan harga (price cap). Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Babak baru pasar energi dunia kian panas, setelah pemerintah Rusia secara tegas menyatakan tidak akan menjual minyak kepada negara-negara yang mendukung skema pembatasan harga (price cap). Seperti diketahui sebelumnya pembatasan harga minyak , merupakan salah satu sanksi Barat terhadap Rusia atas konflik Ukraina.

Pernyataan ini muncul di tengah meroketnya permintaan minyak global akibat pecahnya perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel versus Iran. Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Andrey Rudenko menegaskan, bahwa Moskow tetap pada pendiriannya untuk memboikot negara-negara Barat dan sekutunya, termasuk Jepang, yang mencoba mendikte harga minyak Rusia.

"Moskow tidak akan memasok minyak ke negara-negara yang mendukung skema batas harga 'anti-pasar'," kata Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Andrey Rudenko.

Baca Juga: Sanksi AS Dicuekin, Minyak Rusia Bakal Terus Mengalir ke India

Hal mengejutkan di tengah sikap keras Moskow, Amerika Serikat justru mengambil langkah mundur yang tak terduga. Departemen Keuangan AS secara sementara mencabut sanksi terhadap minyak Rusia yang dimuat ke kapal tanker sebelum 12 Maret 2026. Lisensi ini mengizinkan penjualan minyak Rusia hingga 11 April 2026.

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Ancam Tarif 100%...
AS Ancam Tarif 100% Bagi Pembeli Minyak Rusia, China Meradang dan Siapkan Pembalasan
Dolar AS Makin Ganas...
Dolar AS Makin Ganas di Tengah Perang, Harga Minyak Tembus USD90 per Barel
AS-Iran Saling Gempur,...
AS-Iran Saling Gempur, Harga Minyak Dunia Melonjak Tembus USD88 per Barel
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
AS Terapkan Blokade...
AS Terapkan Blokade Baru di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 9%
Makin Kewalahan, Rusia...
Makin Kewalahan, Rusia Pilih Buru Operator Drone Ukraina
Jenderal Ini Klaim Ukraina...
Jenderal Ini Klaim Ukraina Akan Mengalami Kekalahan, Ini 4 Pemicunya
39 Rudal Rusia Hujani...
39 Rudal Rusia Hujani Ibu Kota Ukraina, Warga Sipil Ketakutan
Rekomendasi
Houthi Yaman Blokade...
Houthi Yaman Blokade Arab Saudi, Riyadh Marah
Febrie Adriansyah Belum...
Febrie Adriansyah Belum Ditahan, Yusril Soroti Penerapan KUHAP Baru
Pre-Book Coolray, SUV...
Pre-Book Coolray, SUV ICE Geely Pertama di Indonesia Resmi Dibuka
Berita Terkini
AS Kembali Picu Perang...
AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
Cara PAMA Ikut Meningkatkan...
Cara PAMA Ikut Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
Menanti Peran Besar...
Menanti Peran Besar Pertamina dalam Proyek LNG Kelas Dunia Blok Masela
Purbaya Segera Temui...
Purbaya Segera Temui Kepala BGN, Bahas Pemotongan Anggaran MBG
Infografis
Curacao, Negara Terkecil...
Curacao, Negara Terkecil yang Lolos ke Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved