Indonesia dan Singapura Beda Pendapat Soal Biaya Tol di Selat Malaka, Singgung Hukum Internasional

Jum'at, 24 April 2026 - 09:17 WIB
Baca Juga: IRGC Rilis Rekaman Kapal yang Disita di Selat Hormuz, Peringatkan Pelanggaran adalah Garis Merah

Dari sisi geopolitik, Selat Malaka juga memiliki dimensi kerentanan yang disebut oleh para pemimpin Tiongkok sebagai "Dilema Malaka." Beijing merasa sangat bergantung pada jalur yang dipatroli oleh Armada Ketujuh AS tersebut, sehingga mereka mulai mencari rute alternatif melalui pipa energi di Rusia dan Myanmar guna mengurangi ketergantungan di selat tersebut.

Menanggapi situasi global yang memanas, Balakrishnan memperingatkan bahwa ketegangan di jalur laut dapat memicu konflik yang lebih besar. Ia mengibaratkan eskalasi yang saat ini terjadi di Selat Hormuz hanyalah "latihan pembuka" jika dibandingkan dengan potensi gangguan keamanan di wilayah Pasifik.

Hingga saat ini, wacana pengenaan tarif tol tersebut masih menjadi bahan diskusi hangat di tingkat regional. Indonesia tetap pada posisi mengkaji nilai strategis wilayahnya, sementara negara tetangga dan kekuatan global terus memantau setiap kebijakan yang dapat berdampak pada kelancaran arus logistik internasional di Selat Malaka.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!