Dolar Menguat Dongkrak Kinerja MARK di Q1 2026: Laba Tumbuh Dua Digit Rp83,4 M

Senin, 27 April 2026 - 13:47 WIB
"Lebih dari 80% penjualan kami berasal dari pasar ekspor dengan denominasi dolar AS. Kondisi ini memberikan natural hedge bagi Perseroan, sehingga ketika USD menguat terhadap rupiah, kinerja keuangan kami justru semakin terdorong," ujar Direktur Utama MARK, Ridwan Goh.

Perseroan diketahui menggunakan mata uang dolar AS dalam sebagian besar transaksi, baik dari sisi pendapatan maupun kontrak bisnis utama. Dengan demikian, fluktuasi nilai tukar justru memberikan dampak positif terhadap pendapatan dan margin dalam laporan keuangan berbasis rupiah.

Neraca Kuat dan Likuiditas Meningkat

Dari sisi posisi keuangan, MARK mencatatkan total aset sebesar Rp1,08 triliun pada Q1 2026, meningkat dari Rp1,02 triliun pada Q1 2025. Aset lancar naik menjadi Rp553,98 miliar, sementara aset tidak lancar berada di level Rp527,09 miliar.

Total liabilitas berhasil ditekan menjadi Rp95,86 miliar dari Rp120,12 miliar, mencerminkan pengelolaan utang yang semakin sehat. Ekuitas meningkat menjadi Rp985,21 miliar dari Rp902,63 miliar.

Posisi kas dan setara kas tercatat relatif stabil di level Rp142,78 miliar, dibandingkan Rp144,89 miliar pada periode yang sama tahun lalu, mencerminkan pengelolaan likuiditas yang tetap terjaga di tengah kebutuhan operasional dan ekspansi Perseroan.

Baca Juga: Pandemi Bikin Kinerja Emiten Sarung Tangan Bertepuk Tangan
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!