Dunia Siaga Satu! Harga Minyak Dunia Mendidih Tembus USD126 per Barel, Rekor Tertinggi Sejak 2022
Kamis, 30 April 2026 - 14:45 WIB
Presiden Donald Trump kini juga menghadapi pilihan sulit. Di satu sisi, ia didesak oleh para eksekutif energi yang menemuinya di Gedung Putih pada Selasa lalu untuk membatasi dampak perang terhadap konsumen AS. Di sisi lain, bayang-bayang inflasi akibat kenaikan BBM mengancam stabilitas ekonomi dalam negeri.
"Pertanyaan besarnya adalah seberapa lama pemerintahan Trump sanggup menahan 'panasnya' tekanan ekonomi ini," ujar Will Walker-Arnott, manajer investasi di Raymond James seperti dilansir BBC.
"Orang-orang mulai sangat khawatir tentang dampak inflasi yang timbul dari kenaikan harga minyak mentah," tambahnya.
"Pertanyaan besarnya adalah seberapa lama pemerintahan Trump sanggup menahan 'panasnya' tekanan ekonomi ini," ujar Will Walker-Arnott, manajer investasi di Raymond James seperti dilansir BBC.
"Orang-orang mulai sangat khawatir tentang dampak inflasi yang timbul dari kenaikan harga minyak mentah," tambahnya.
(akr)
Lihat Juga :