Dunia Siaga Satu! Harga Minyak Dunia Mendidih Tembus USD126 per Barel, Rekor Tertinggi Sejak 2022

Kamis, 30 April 2026 - 14:45 WIB


Laporan dari Axios menyebutkan bahwa target serangan AS kemungkinan besar menyasar infrastruktur strategis di Iran. Namun ada opsi yang lebih ekstrem yakni pengerahan pasukan darat untuk merebut sebagian wilayah Selat Hormuz guna membuka kembali jalur pelayaran komersial yang diblokade.

Kenaikan harga energi yang gila-gilaan ini dipicu oleh kekhawatiran akan gangguan pasokan jangka panjang menyusul blokade Selat Hormuz. Sebagai informasi, seperlima pasokan energi dunia (minyak dan gas) biasanya melewati Selat Hormuz.

AS bersumpah akan memblokade pelabuhan Iran selama Teheran terus mengancam kapal-kapal di selat tersebut. Analis senior dari Kpler, Naveen Das menyebut bahwa harga USD125 per barel adalah titik di mana pebisnis dan politisi mulai "gemetar" karena dampak domino pada inflasi.

Baca Juga: 150 Juta Barel Minyak Venezuela Banjiri Pasar Dunia, AS Siapkan Senjata Rahasia
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!