Sampah Jadi Tabungan Emas, Program YKB Kaltim Dorong Edukasi Lingkungan

Minggu, 03 Mei 2026 - 20:54 WIB
Melalui program tersebut, siswa dan orang tua aktif memilah sampah dari rumah maupun sekolah untuk kemudian disetorkan ke Bank Sampah Induk “Kota Hijau” Balikpapan binaan DLH Kota Balikpapan. Sampah bernilai ekonomis seperti botol plastik, kertas, karton, dan kaleng selanjutnya ditimbang dan dikonversi menjadi tabungan emas Pegadaian.

Natasha menjelaskan, hasil pengelolaan sampah tidak hanya memberikan manfaat lingkungan, tetapi juga mendukung pembentukan budaya menabung dan investasi sejak usia dini. Menurut dia, tabungan emas dipilih karena memiliki nilai investasi jangka panjang dan likuiditas tinggi.

Program tersebut dijalankan melalui Bank Sampah Unit “Pelita” yang berada di lingkungan SD Kemala Bhayangkari 01 Balikpapan. Setiap Kamis, petugas Bank Sampah Induk “Kota Hijau” melakukan penimbangan, pencatatan, dan penaksiran nilai sampah yang kemudian dicatat dalam buku tabungan masing-masing siswa.

Kepala DLH Kota Balikpapan Sudirman Djayaleksana mengatakan program itu sejalan dengan Gerakan Perilaku dan Budaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS) serta kurikulum muatan lokal Pendidikan Kebersihan dan Lingkungan Hidup (PKLH).

"Penting menerapkan pendidikan lingkungan hidup sejak dini karena anak-anak inilah yang nantinya menjadi generasi penerus dalam perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup," kata Sudirman.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!