Tendang Dolar AS, Indonesia Bakal Terbitkan Panda Bond di China
Rabu, 06 Mei 2026 - 11:20 WIB
Ia menegaskan kondisi fiskal Indonesia saat ini masih terjaga dan memiliki ruang yang cukup untuk mendukung berbagai program pembangunan. Menurutnya, prospek ekonomi nasional juga tetap positif.
Baca Juga: Nyari Selamat di Tengah Krisis, Simpanan Dolar Global Cetak Rekor Tembus Rp252.285 Triliun
Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,61%, meningkat dibandingkan periode sebelumnya yang berada di kisaran 5,39%. Purbaya menilai capaian tersebut menunjukkan ekonomi Indonesia tengah berada dalam fase akselerasi.
Namun demikian, ia mengakui masih terdapat pelaku pasar yang bersikap hati-hati, bahkan menarik dana dari pasar modal. Padahal, menurutnya kondisi saat ini justru membuka peluang investasi yang menarik.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan, pemerintah akan terus berkoordinasi dengan bank sentral dalam menjaga likuiditas serta menyiapkan stimulus tambahan bagi perekonomian yang direncanakan mulai bergulir pada Juni mendatang.
Baca Juga: Nyari Selamat di Tengah Krisis, Simpanan Dolar Global Cetak Rekor Tembus Rp252.285 Triliun
Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,61%, meningkat dibandingkan periode sebelumnya yang berada di kisaran 5,39%. Purbaya menilai capaian tersebut menunjukkan ekonomi Indonesia tengah berada dalam fase akselerasi.
Namun demikian, ia mengakui masih terdapat pelaku pasar yang bersikap hati-hati, bahkan menarik dana dari pasar modal. Padahal, menurutnya kondisi saat ini justru membuka peluang investasi yang menarik.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan, pemerintah akan terus berkoordinasi dengan bank sentral dalam menjaga likuiditas serta menyiapkan stimulus tambahan bagi perekonomian yang direncanakan mulai bergulir pada Juni mendatang.
(nng)
Lihat Juga :