Rupiah Naik Tipis ke Rp17.387 per Dolar AS, Sentimen Ini Jadi Penguat
Rabu, 06 Mei 2026 - 16:39 WIB
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akhirnya ditutup menguat pada akhir perdagangan, Rabu (6/5/2026) usai naik 36 poin atau sekitar 0,21% ke posisi Rp17.387 per dolar AS. Foto/Dok
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akhirnya ditutup menguat pada akhir perdagangan, Rabu (6/5/2026) usai naik 36 poin atau sekitar 0,21% ke posisi Rp17.387 per dolar AS. Penguatan kurs rupiah juga terlihat pada data JISDOR BI, menjadi Rp17.405 per USD dari sebelumnya Rp17.425.
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, bahwa sentimen datang dari global yaitu pasar merespon positif terhadap pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengindikasikan kemungkinan kesepakatan damai dapat tercapai untuk mengakhiri perang dengan Iran. Walaupun belum ada reaksi langsung dari Teheran, di mana saat itu masih sangat pagi pada hari Rabu.
“Pada hari Selasa, Trump secara tak terduga mengatakan ia akan menghentikan sementara operasi untuk membantu mengawal kapal melalui Selat Hormuz, dengan alasan kemajuan menuju kesepakatan komprehensif dengan Iran, tanpa memberikan rincian tentang kesepakatan tersebut,” tulis Ibrahim dalam risetnya.
Baca Juga: 7 Jurus BI Kuatkan Rupiah usai Terkapar di Rp17.425, Pembelian Dolar Diperketat
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, bahwa sentimen datang dari global yaitu pasar merespon positif terhadap pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengindikasikan kemungkinan kesepakatan damai dapat tercapai untuk mengakhiri perang dengan Iran. Walaupun belum ada reaksi langsung dari Teheran, di mana saat itu masih sangat pagi pada hari Rabu.
“Pada hari Selasa, Trump secara tak terduga mengatakan ia akan menghentikan sementara operasi untuk membantu mengawal kapal melalui Selat Hormuz, dengan alasan kemajuan menuju kesepakatan komprehensif dengan Iran, tanpa memberikan rincian tentang kesepakatan tersebut,” tulis Ibrahim dalam risetnya.
Baca Juga: 7 Jurus BI Kuatkan Rupiah usai Terkapar di Rp17.425, Pembelian Dolar Diperketat
Lihat Juga :