Harga Energi Global Melonjak Tajam, BBM LPG dan LNG Alami Tren Kenaikan
Senin, 11 Mei 2026 - 16:10 WIB
Data pasar seperti indeks internasional Japan Korea Marker (JKM) sebagai acuan harga spot LNG Asia dan Japan Customs-Cleared Crude (JCC) yang menjadi acuan kontrak LNG jangka panjang tercatat melonjak secara bersamaan sepanjang 2026. Di JCC terjadi peningkatan sekitar 97% sementara JKM melonjak hingga sekitar 111%.
Baca Juga: Mojtaba Perintahkan Militer Iran Lanjutkan Perang, 2 Drone Hantam UEA
Kenaikan tersebut turut mendorong Indonesian Crude Price (ICP) yang ditetapkan pemerintah berbasis JCC dan Brent ikut meningkat secara proporsional. Pada April 2026, ICP bahkan tercatat naik sekitar 99% dibandingkan rencana awal tahun.
"Memang harga LNG akan dikaitkan dengan harga minyak mentah. Kalau harga minyak tinggi maka harga LNG juga tinggi. Dan sebelumnya pernah lebih tinggi. Ini terjadi secara global, bukan hanya di Indonesia saja," ungkapnya.
Meskipun relatif terlambat, Komaidi mengatakan, penyesuaian harga energi terutama non subsidi seperti LNG perlu segera dilakukan di dalam negeri. Secara ekonomi, hal ini penting dilakukan supaya LNG domestik dijaga pada tingkat yang sehat dan rasional sesuai harga keekonomian energi global.
Secara umum, Komaidi menjelaskan, pada satu sisi penyesuaian harga ini penting dilakukan untuk mengamankan fiskal negara. Di sisi lain, penyesuaian harga juga dilakukan mayoritas negara dengan mengacu pada indeks harga global demi keberlanjutan ekosistem energi agar tetap sehat dan mampu mendukung kebutuhan masyarakat maupun industri dalam jangka panjang.
Baca Juga: Mojtaba Perintahkan Militer Iran Lanjutkan Perang, 2 Drone Hantam UEA
Kenaikan tersebut turut mendorong Indonesian Crude Price (ICP) yang ditetapkan pemerintah berbasis JCC dan Brent ikut meningkat secara proporsional. Pada April 2026, ICP bahkan tercatat naik sekitar 99% dibandingkan rencana awal tahun.
"Memang harga LNG akan dikaitkan dengan harga minyak mentah. Kalau harga minyak tinggi maka harga LNG juga tinggi. Dan sebelumnya pernah lebih tinggi. Ini terjadi secara global, bukan hanya di Indonesia saja," ungkapnya.
Meskipun relatif terlambat, Komaidi mengatakan, penyesuaian harga energi terutama non subsidi seperti LNG perlu segera dilakukan di dalam negeri. Secara ekonomi, hal ini penting dilakukan supaya LNG domestik dijaga pada tingkat yang sehat dan rasional sesuai harga keekonomian energi global.
Secara umum, Komaidi menjelaskan, pada satu sisi penyesuaian harga ini penting dilakukan untuk mengamankan fiskal negara. Di sisi lain, penyesuaian harga juga dilakukan mayoritas negara dengan mengacu pada indeks harga global demi keberlanjutan ekosistem energi agar tetap sehat dan mampu mendukung kebutuhan masyarakat maupun industri dalam jangka panjang.
(nng)
Lihat Juga :