CEO Finnet Mendorong CSR Jadi Pilar Memperluas Layanan Pembayaran Digital
Senin, 11 Mei 2026 - 18:43 WIB
Baca Juga: Tanggap Bencana Sumatera, Finnet Distribusikan Bantuan Pokok Senilai Rp180 Juta
Sebagai anak usaha TelkomGroup, Finnet memikul mandat strategis untuk meningkatkan inklusi keuangan nasional. Tugas itu dijawab dengan pengembangan ekosistem digital guna menyentuh segmen yang selama ini kurang terlayani, salah satunya Pekerja Migran Indonesia (PMI), kelompok yang berkontribusi besar pada devisa negara namun kerap kesulitan mengakses layanan keuangan dasar.
Melalui kolaborasi dengan Koperasi Migran Indonesia Makmur Sejahtera (MIMS), Finnet menghadirkan layanan payment gateway, transfer dana, co-brand uang elektronik, sistem kasir, hingga PPOB melalui Finpay. Langkah ini ditujukan untuk mendorong kemandirian finansial pekerja migran dan keluarganya.
Di bawah payung Finpay, layanan Finnet kini menjangkau berbagai sektor, mulai dari perbankan, telekomunikasi, properti, pariwisata, transportasi, ecommerce, hingga layanan pemerintahan seperti imigrasi, perpajakan, dan haji. Finnet juga mengantongi delapan lisensi dari Bank Indonesia, ditunjuk Kementerian Keuangan sebagai Lembaga Persepsi Lainnya, serta dipercaya Peruri sebagai distributor resmi e-Meterai.
Tata Kelola dan Keamanan Jadi Fondasi
Rakhmad menilai ekspansi bisnis harus ditopang tata kelola yang kuat. Karena itu, penguatan Good Corporate Governance (GCG) berjalan beriringan dengan inovasi teknologi, termasuk optimalisasi Fraud Detection System (FDS) berbasis AI saat lonjakan transaksi Ramadan–Idulfitri.
Konsistensi ini membuat Finnet meraih predikat Trusted Company dalam ajang CGPI 2025 oleh SWA dan IICG, serta berbagai penghargaan lain di bidang digital, human capital, dan tata kelola.
Bagi Rakhmad, fondasi tata kelola yang kokoh menjadi kunci agar perusahaan dapat tumbuh berkelanjutan sekaligus menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan.
Sebagai anak usaha TelkomGroup, Finnet memikul mandat strategis untuk meningkatkan inklusi keuangan nasional. Tugas itu dijawab dengan pengembangan ekosistem digital guna menyentuh segmen yang selama ini kurang terlayani, salah satunya Pekerja Migran Indonesia (PMI), kelompok yang berkontribusi besar pada devisa negara namun kerap kesulitan mengakses layanan keuangan dasar.
Mendorong Inklusi Keuangan bagi PMI
Sebagai bagian dari Telkom Group, Finnet memegang mandat memperluas inklusi keuangan. Salah satu fokusnya adalah Pekerja Migran Indonesia (PMI), kelompok yang menyumbang devisa besar namun sering terkendala akses layanan keuangan formal.Melalui kolaborasi dengan Koperasi Migran Indonesia Makmur Sejahtera (MIMS), Finnet menghadirkan layanan payment gateway, transfer dana, co-brand uang elektronik, sistem kasir, hingga PPOB melalui Finpay. Langkah ini ditujukan untuk mendorong kemandirian finansial pekerja migran dan keluarganya.
Di bawah payung Finpay, layanan Finnet kini menjangkau berbagai sektor, mulai dari perbankan, telekomunikasi, properti, pariwisata, transportasi, ecommerce, hingga layanan pemerintahan seperti imigrasi, perpajakan, dan haji. Finnet juga mengantongi delapan lisensi dari Bank Indonesia, ditunjuk Kementerian Keuangan sebagai Lembaga Persepsi Lainnya, serta dipercaya Peruri sebagai distributor resmi e-Meterai.
Tata Kelola dan Keamanan Jadi Fondasi
Rakhmad menilai ekspansi bisnis harus ditopang tata kelola yang kuat. Karena itu, penguatan Good Corporate Governance (GCG) berjalan beriringan dengan inovasi teknologi, termasuk optimalisasi Fraud Detection System (FDS) berbasis AI saat lonjakan transaksi Ramadan–Idulfitri.
Konsistensi ini membuat Finnet meraih predikat Trusted Company dalam ajang CGPI 2025 oleh SWA dan IICG, serta berbagai penghargaan lain di bidang digital, human capital, dan tata kelola.
Bagi Rakhmad, fondasi tata kelola yang kokoh menjadi kunci agar perusahaan dapat tumbuh berkelanjutan sekaligus menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan.
Lihat Juga :