Implementasi ESG Sektor Batu Bara Perlu Pantau Seluruh Rantai Pasok

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:22 WIB
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif The PRAKARSA, Victoria Fanggidae, menilai tantangan utama implementasi ESG di Indonesia terletak pada kesenjangan antara komitmen perusahaan dan kondisi nyata di lapangan. Menurut dia, praktik ESG seharusnya dapat diukur, diverifikasi, dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

Victoria mengatakan masyarakat sipil dan jurnalis memiliki peran penting untuk memverifikasi klaim ESG perusahaan, terutama terkait dampak sosial dan lingkungan di sekitar wilayah tambang. Ia menilai jurnalis perlu melakukan pengecekan lapangan dan membandingkan data perusahaan dengan data independen.

Baca Juga: ESG-IN dan IDCTA Kolaborasi Akselerasi Ekosistem Kredit Karbon Berbasis AI

Sementara itu, Program Manager for Climate & Circular Economy IBCSD, Lusye Marthalia, mengatakan kesiapan perusahaan batu bara dalam menerapkan ESG masih beragam. Perusahaan besar dinilai relatif lebih siap karena tuntutan kepatuhan dan pelaporan, sedangkan perusahaan yang lebih kecil masih menghadapi kendala dalam penghitungan emisi dan strategi dekarbonisasi.

Menurut Lusye, implementasi ESG tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga kapasitas internal perusahaan dan dukungan manajemen puncak. Ia menilai transisi menuju industri rendah karbon membutuhkan investasi besar, mulai dari audit, pengukuran emisi, hingga penerapan teknologi bersih, sehingga diperlukan dukungan pembiayaan dan insentif yang memadai.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!