Kapal Tanker Raksasa China Tembus Blokade Selat Hormuz, Bawa 2 Juta Barel Minyak Irak

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:10 WIB


Menariknya, keberhasilan lintasan ini terjadi tepat saat Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping dijadwalkan bertemu, serta hanya berselang seminggu setelah Menteri Luar Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi mengunjungi Beijing. Hal ini memperkuat dugaan adanya negosiasi tingkat tinggi yang melibatkan perlindungan bagi kapal-kapal berbendera China di wilayah konflik.

Sinyal unik muncul di radar pelacakan satelit. Beberapa kapal China, termasuk kapal pengangkut kendaraan Xiang Jiang Kou, menyiarkan pesan khusus melalui transponder AIS mereka yang berbunyi: "Chinese vessel and crew" (Kapal dan awak China).

Pesan ini diduga kuat sebagai kode aman agar tidak diserang oleh pasukan Iran yang kini memperketat cengkeraman mereka di selat tersebut. Iran sendiri dilaporkan mulai memotong kesepakatan distribusi energi dengan Irak dan Pakistan, sebuah langkah yang disebut-sebut bertujuan mempermanenkan kontrol Teheran atas jalur yang dilewati seperlima pasokan minyak dunia tersebut.

Donald Trump: Kami Tidak Butuh Bantuan China

Meski China tampak mulai mengambil peran sebagai penengah yang aktif, Presiden AS Donald Trump justru mengeluarkan pernyataan pedas sebelum mendarat di Beijing. "Saya rasa kita tidak butuh bantuan apa pun soal Iran. Kita akan memenangkan ini dengan satu atau lain cara, baik secara damai maupun tidak," tegas Trump kepada wartawan di Washington.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!