Pede Rupiah Menguat Mulai Juli 2026, Gubernur BI Ungkap Penyebab Mata Uang Garuda Kolaps

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:25 WIB
"Itu yang kemudian kondisi global yang mengakibatkan capital outflow di tengah permintaan valas domestik hingga Juni memang itu masih tinggi," tutur Perry.

Meski dihantam sentimen berlapis, Perry menegaskan fondasi makroekonomi dalam negeri saat ini sangat kokoh dan memiliki daya tolak yang kuat terhadap krisis. Indikator positif itu tercermin dari angka defisit transaksi berjalan yang relatif kecil, laju pertumbuhan ekonomi nasional yang melesat tinggi, serta tingkat inflasi yang masih sangat jinak.

Di waktu yang sama, amunisi moneter BI berupa intervensi pasar valas yang masif dan kebijakan menaikkan imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) terbukti ampuh menjaring kembali modal asing (capital inflows) untuk masuk ke pasar keuangan domestik.

Mendasarkan pada kombinasi perbaikan data ekonomi serta siklus tahunan pasar valas, Gubernur BI optimistis Rupiah akan segera keluar dari zona merah begitu memasuki paruh kedua tahun ini.

"Kenapa kami meyakini ini akan stabil di bulan Juni dan akan cenderung menguat pada bulan Juli dan Agustus? Kalau kita melihat histori itu memang rupiah itu mendapat tekanan April, Mei, Juni. Tapi akan menguat di bulan Juli dan Agustus. Kami meyakini rupiah akan stabil dan cenderung menguat ke depan," tutup Perry.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!