Buka Cabang Semarang, Linktown Bidik Penjualan Rp500 Miliar per Tahun di Jateng
Selasa, 26 Mei 2026 - 10:11 WIB
Dari sisi sumber daya manusia, imbuhnya, perkembangan tim Linktown Semarang juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. “Jika pada akhir tahun lalu jumlah agen masih kurang dari lima orang, kini jumlahnya telah berkembang menjadi lebih dari 20 agen dan diproyeksikan terus bertambah seiring ekspansi bisnis perusahaan,” terangnya.
VP Linktown Solution, Jonathan Wijaya mengungkapkan, melalui pembukaan kantor cabang Semarang, Linktown menargetkan dapat menguasai pasar properti Jawa Tengah. Pasalnya, posisi Semarang sebagai pusat ekonomi provinsi dinilai strategis karena memiliki konektivitas kuat dengan Solo dan Yogyakarta.
“Kantor cabang Semarang nantinya akan difungsikan sebagai hub operasional untuk berbagai aktivitas bisnis. Mulai dari akuisisi proyek developer lokal, rekrutmen agen properti regional, penjualan properti primary dan secondary, hingga pengembangan database buyer di Jawa Tengah,” katanya. Baca juga: Mengukur Potensi Properti dan Bisnis dari Arah Perkembangan Kawasan
Abel menjelaskan, secara nasional, Linktown menargetkan total penjualan sebesar Rp3,5 triliun pada 2026, setelah sebelumnya berhasil membukukan penjualan Rp3,1 triliun pada 2025. Wilayah Joglosemar diproyeksikan menjadi salah satu mesin pertumbuhan baru perusahaan dengan target kontribusi sebesar 5%–10% terhadap revenue nasional dalam satu tahun ke depan.
Dari ekspansi di Jawa Tengah tersebut, jelas Abel, Linktown membidik potensi penjualan sebesar Rp300 miliar hingga Rp500 miliar per tahun. “Selain Semarang, perusahaan juga telah membuka kantor cabang baru di Bali pada April 2026 sebagai bagian dari strategi ekspansi nasional yang terus berlanjut,” tuturnya.
VP Linktown Solution, Jonathan Wijaya mengungkapkan, melalui pembukaan kantor cabang Semarang, Linktown menargetkan dapat menguasai pasar properti Jawa Tengah. Pasalnya, posisi Semarang sebagai pusat ekonomi provinsi dinilai strategis karena memiliki konektivitas kuat dengan Solo dan Yogyakarta.
“Kantor cabang Semarang nantinya akan difungsikan sebagai hub operasional untuk berbagai aktivitas bisnis. Mulai dari akuisisi proyek developer lokal, rekrutmen agen properti regional, penjualan properti primary dan secondary, hingga pengembangan database buyer di Jawa Tengah,” katanya. Baca juga: Mengukur Potensi Properti dan Bisnis dari Arah Perkembangan Kawasan
Abel menjelaskan, secara nasional, Linktown menargetkan total penjualan sebesar Rp3,5 triliun pada 2026, setelah sebelumnya berhasil membukukan penjualan Rp3,1 triliun pada 2025. Wilayah Joglosemar diproyeksikan menjadi salah satu mesin pertumbuhan baru perusahaan dengan target kontribusi sebesar 5%–10% terhadap revenue nasional dalam satu tahun ke depan.
Dari ekspansi di Jawa Tengah tersebut, jelas Abel, Linktown membidik potensi penjualan sebesar Rp300 miliar hingga Rp500 miliar per tahun. “Selain Semarang, perusahaan juga telah membuka kantor cabang baru di Bali pada April 2026 sebagai bagian dari strategi ekspansi nasional yang terus berlanjut,” tuturnya.
(poe)
Lihat Juga :