Buka Cabang Semarang, Linktown Bidik Penjualan Rp500 Miliar per Tahun di Jateng
Selasa, 26 Mei 2026 - 10:11 WIB
“Semarang merupakan salah satu kota dengan perkembangan yang sangat pesat. Kota ini ditunjang oleh infrastruktur yang lengkap mulai dari pelabuhan, bandara, hingga jaringan jalan tol yang terintegrasi di Pulau Jawa. Kami melihat potensi besar untuk pertumbuhan transaksi properti di wilayah ini,” katanya.
Sebelum membuka kantor fisik di Semarang, Linktown diketahui telah memulai aktivitas bisnis secara online sejak 2025. Dari lini bisnis take over pinjaman dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), perusahaan berhasil membukukan transaksi senilai Rp28,5 miliar dari 18 transaksi.
Menurut Abel, capaian tersebut menjadi indikator kuat bahwa pasar properti Semarang memiliki prospek yang menjanjikan. “Kehadiran kantor cabang fisik diharapkan mampu menjembatani kebutuhan tim sekaligus meningkatkan fokus perusahaan dalam penjualan properti primary maupun secondary,” jelasnya.
Dari sisi makroekonomi, Deryan Nataniel, Co-Founder Linktown menilai, Semarang memiliki fundamental pasar yang kuat. Pertumbuhan ekonomi kota ini tercatat mencapai 6,49% pada 2025 dan menjadikannya sebagai salah satu pusat bisnis utama di Jawa Tengah. “Selain didukung pertumbuhan developer lokal, tingginya aktivitas ekonomi dan kepadatan penduduk turut menjadi faktor pendorong permintaan properti,” tuturnya.
Dalam strategi pemasarannya, Linktown tetap mengandalkan kekuatan digital marketing sebagai ujung tombak penjualan. Strategi tersebut dinilai berhasil diterapkan di berbagai kota besar sebelumnya dan kini akan diperluas untuk menjangkau pasar Jawa Tengah secara lebih agresif. “Kami percaya strategi digital marketing yang selama ini menjadi kekuatan Linktown dapat menjawab kebutuhan pasar properti di Semarang, Solo, dan Yogyakarta,” jelasnya.
Sebelum membuka kantor fisik di Semarang, Linktown diketahui telah memulai aktivitas bisnis secara online sejak 2025. Dari lini bisnis take over pinjaman dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), perusahaan berhasil membukukan transaksi senilai Rp28,5 miliar dari 18 transaksi.
Menurut Abel, capaian tersebut menjadi indikator kuat bahwa pasar properti Semarang memiliki prospek yang menjanjikan. “Kehadiran kantor cabang fisik diharapkan mampu menjembatani kebutuhan tim sekaligus meningkatkan fokus perusahaan dalam penjualan properti primary maupun secondary,” jelasnya.
Dari sisi makroekonomi, Deryan Nataniel, Co-Founder Linktown menilai, Semarang memiliki fundamental pasar yang kuat. Pertumbuhan ekonomi kota ini tercatat mencapai 6,49% pada 2025 dan menjadikannya sebagai salah satu pusat bisnis utama di Jawa Tengah. “Selain didukung pertumbuhan developer lokal, tingginya aktivitas ekonomi dan kepadatan penduduk turut menjadi faktor pendorong permintaan properti,” tuturnya.
Dalam strategi pemasarannya, Linktown tetap mengandalkan kekuatan digital marketing sebagai ujung tombak penjualan. Strategi tersebut dinilai berhasil diterapkan di berbagai kota besar sebelumnya dan kini akan diperluas untuk menjangkau pasar Jawa Tengah secara lebih agresif. “Kami percaya strategi digital marketing yang selama ini menjadi kekuatan Linktown dapat menjawab kebutuhan pasar properti di Semarang, Solo, dan Yogyakarta,” jelasnya.
Lihat Juga :