Rupiah Lagi-lagi Tembus Rekor Terlemah, Hari Ini Sentuh Rp17.857 per USD

Kamis, 28 Mei 2026 - 12:48 WIB
Sentralisasi komoditas unggulan ini dinilai berisiko mengacaukan mekanisme pasar bebas dan mempertinggi risiko disrupsi rantai pasok perdagangan jika tidak dimitigasi dengan cepat. Lembaga internasional seperti S&P dan Moody’s turut memberikan catatan kritis bahwa implementasi sistem baru ini berpotensi memicu ketidakseimbangan pada arus modal.

"Ini membuat masalah tersendiri sehingga wajar arus modal asing keluar dari Indonesia. Ini yang membuat rupiah melemah dalam perdagangan hari ini," jelas Ibrahim.

Selain faktor pembenahan regulasi di dalam negeri, pergerakan kurs juga terbebani oleh faktor eksternal seiring memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah. Ketidakpastian global ini mendorong para investor institusional global untuk mengamankan aset mereka ke dalam bentuk instrumen safe haven, yang secara otomatis mendongkrak kekuatan dolar AS.

Kombinasi antara polemik sentralisasi ekspor dan ketegangan geopolitik diproyeksikan masih akan membayangi pergerakan mata uang domestik dalam jangka pendek. Untuk perdagangan hari ini, Ibrahim memprediksi mata uang Garuda akan berfluktuasi di rentang harga Rp17.790 hingga Rp17.850 per dolar AS.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Bank Indonesia (BI) terpantau masih menahan diri dan belum memberikan keterangan atau intervensi verbal lebih lanjut terkait amblasnya posisi rupiah hari ini.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!