Petani Sawit Apresiasi PKS Taat HPP di Tengah Anjloknya Harga TBS
Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:25 WIB
Harga TBS yang sebelumnya berada di kisaran Rp3.500 hingga Rp3.700 per kilogram kini turun menjadi sekitar Rp2.500 hingga Rp2.700 per kilogram. Pemerintah pun mengecam sejumlah PKS yang menurunkan harga pembelian secara sepihak di bawah ketentuan.
Baca Juga: DSI Diminta Tak Kuasai Perdagangan Sawit, Fokus ke Pengawasan Digital
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengungkapkan pemerintah telah mengantongi data 139 PKS di berbagai daerah yang diduga tidak mengikuti ketentuan harga. Pemerintah meminta perusahaan segera menyesuaikan harga pembelian agar tetap mengacu pada harga crude palm oil (CPO) di masing-masing wilayah.
Sudaryono menambahkan masa transisi kebijakan ekspor satu pintu akan berlangsung mulai 1 Juni hingga 31 Agustus 2026. Selama periode tersebut, aktivitas ekspor sawit dipastikan tetap berjalan normal sembari dilakukan evaluasi dan penyesuaian sebelum implementasi penuh pada 1 Januari 2027.
Pemerintah berharap stabilitas pasar dapat segera pulih setelah adanya kepastian kebijakan. Dengan demikian, harga pembelian TBS di tingkat petani diharapkan kembali normal dan memberikan kepastian usaha bagi pelaku sektor sawit.
Baca Juga: DSI Diminta Tak Kuasai Perdagangan Sawit, Fokus ke Pengawasan Digital
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengungkapkan pemerintah telah mengantongi data 139 PKS di berbagai daerah yang diduga tidak mengikuti ketentuan harga. Pemerintah meminta perusahaan segera menyesuaikan harga pembelian agar tetap mengacu pada harga crude palm oil (CPO) di masing-masing wilayah.
Sudaryono menambahkan masa transisi kebijakan ekspor satu pintu akan berlangsung mulai 1 Juni hingga 31 Agustus 2026. Selama periode tersebut, aktivitas ekspor sawit dipastikan tetap berjalan normal sembari dilakukan evaluasi dan penyesuaian sebelum implementasi penuh pada 1 Januari 2027.
Pemerintah berharap stabilitas pasar dapat segera pulih setelah adanya kepastian kebijakan. Dengan demikian, harga pembelian TBS di tingkat petani diharapkan kembali normal dan memberikan kepastian usaha bagi pelaku sektor sawit.
(nng)
Lihat Juga :